close
divahoki88.com
Tampilkan postingan dengan label Tumbuh Kembang Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tumbuh Kembang Anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Desember 2012

Bayi Juga Perlu Vitamin D agar Gigi Sehat sampai Dewasa

Vitamin D adalah jenis vitamin yang murah dan bisa Anda dapatkan dimana saja hanya dengan terpapar sinar matahari. Tetapi kini banyak orang yang kekurangan vitamin D, padahal kurangnya vitamin D sejak masih bayi berkaitan dengan risiko kerusakan gigi di usia dewasa.

Bayi Perlu Asupan Vitamin D
Sekarang ini lebih banyak orang yang kekurangan vitamin D daripada orang yang dapat memenuhi sesuai kebutuhannya. Hal ini disebabkan karena penggunaan tabir surya yang mengurangi jumlah sinar UV yang menembus kulit dan membantu proses sintesis vitamin D secara alami, meskipun hal ini baik untuk mencegah kanker kulit.

Alasan kedua adalah kurangnya waktu paparan sinar matahari karena bekerja, sekolah, atau aktivitas lain yang banyak dilakukan di dalam ruangan. Selain itu, seseorang mungkin kurang mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D, serta kondisi obesitas yang membuat tubuh kesulitan memproduksi jumlah vitamin D yang mencukupi.

Selasa, 16 Oktober 2012

Hmm... Mengapa Lagu Dewasa tak Pantas Dinyanyikan Anak

Musik menjadi materi hiburan yang sangat universal. Banyak penelitian yang menjelaskan hubungan musik dengan kecerdasan hingga tumbuh kembang anak. Semua menunujukan korelasi yang positif. Musik bisa menjadi alat untuk menumbuhkan kemampuan komunikasi, emosi hingga sosial.

Pantaskah Anak menyanyikan lagu dewasa (foto:ehow)
Tapi pertanyaannya kemana musik anak saat ini? Sekarang anak-anak lebih suka menyanyikan lagu orang dewasa. Apakah ini punya dampak buruk?

Karina Adistiana, M.Psi, Psikolog Pendidikan sekaligus pendiri gerakan Peduli Musik Anak mengatakan, “ Musik anak itu banyak dan ada, hanya saja orang dewasa tak mau mencarinya.”

Kamis, 23 Agustus 2012

Tips Cara Mengatasi Sariawan pada Anak

Sariawan bukan hanya bisa dialami orang dewasa saja. Masalah ini juga bisa diderita anak-anak yang masih berusia bayi atau balita. Apa penyebab sariawan pada anak? Bagaimana cara mengatasinya? Berikut ini penjelasan dari dokter anak, dr. Tiwi.

 Cegah Sariawan pada anak (foto:sheknows)
Dalam bukunya 'Anak Sehat: 100 Solusi dr. Tiwi' yang diterbitkan oleh Erlangga Group, dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya itu menjelaskan apa saja yang bisa membuat bayi atau balita Anda terkena sariawan. Dokter yang cukup aktif di Twitter itu menjelaskan sariawan memang bisa menyerang anak, bahkan pada bayi enam bulan sekalipun. Pada bayi dan balita, sariawan sering menyerang bibir, lidah, pipi bagian dalam dan tenggorokan.

Bayi yang terkena sariawan memiliki gejala:
  • Suhu badan meningkat, bisa hingga 40 derajat celcius.
  • Rewel, tidak mau menyusu dan mengeluarkan air liur lebih banyak.
  • Mulut berbau.
Sementara pada balita, gejalanya adalah:
  • Suhu meningkat, tapi tidak terlalu tinggi.
  • Nafsu makan berkurang.
Dokter yang memiliki klinik digital itu kemudian menjelaskan apa yang menjadi penyebab sariawan, yaitu:

1. Stomatitis Apthosa
Sariawan akibat adanya trauma, misalnya tergigit atau tergores sikat gigi hingga luka atay lecet. Jika daya tahan tubuh kurang baik, maka kuma masuk dan luka menjadi infeksi. Biasanya timbul peradangan, rasa sakit atau nyeri.
2. Oral Thrush/Moniliasis
Disebabkan oleh jamur Candida albican yang biasanya dijumpai dan bersarang di lidah. Pada keadaan normal, jamur memang terdapat di mulut. Namun, saat daya tahan menurun dan mengonsumsi obat antibiotik, maka jamur Candica albican akan mudah tumbuh melebihi normal.
3. Stomatitis Herpetic
Disebabkan virus herpes simplek dan berlokasi di belakang tenggorokan. Sariawan di tenggorokan terjadi jika ada virus yang sedang mewabah dan daya tahan tubuh rendah.
Bagaimana cara mengatasi masalah sariawan pada anak ini? Berikut saran dari dr. Tiwi:
  • Menjaga kebersihan mulut dan gigi anak.
  • Memberikan obat kumur pada anak yang sudah bisa berkumur.
  • Jika disebabkan jamur, mintalah obat antijamur dari dokter.
  • Berikan makanan dan minuman yang banyak mengandung vitamin C dan B untuk mempercepat penyembuhan.
  • Jika anak tidak mau makan, berikan makanan yang lembut dan cair serta tidak terlalu panas agar tidak menambah luka.
  • Berikan anak minum lewat gelas, bukan botol untuk menghindari gesekan atau trauma.

Jumat, 03 Agustus 2012

Kesehatan Anak : Tips Apa dan Bagaimana Mengatasi Iritasi Kulit pada Bayi

Mengatasi Iritasi kulit pada Bayi (foto:babyorganics)
Iritasi pada kulit bayi sering terjadi, beberapa keadaan dapat menjadi pemicu terjadinya iritasi, seperti:
  1. Pemakaian popok sintesis atau celana berlapis plastik yang lama tidak diganti, sering menimbulkan iritasi langsung pada kulit akibat tertimbunnya urin atau kotoran yang mengandung amonia. Tertutupnya daerah popok meningkatkan suhu maupun kelembaban di daerah lipatan bokong makin memudahkan penyerapan bahan-bahan kimia iritan tersebut. Bila berlangsung berulang-ulang pelindung kulit akan rusak, sehingga memudahkan berkembangbiaknya jamur, seperti Candida albicans.
  2. Pada daerah-daerah lipatan terutama pada bayi gemuk seperti daerah leher, lipat paha, lipat siku, bila terjadi penumpukan keringat yang terlalu lama maka akan mengiritasi kulit bayi. Peradangan berulang yang terjadi juga akan diperburuk dengan berkembangbiaknya jamur seperti Candida albicans. 
  3. Bayi dengan riwayat keluarga alergi akan lebih sering dijumpai keluhan iritasi, seperti sisik halus di daerah kulit kepala akibat pemakaian produk kosmetika sampo ber-pH tinggi atau hair-lotion yang terlalu wangi. Dapat pula dijumpai hal serupa di daerah dada, punggung, perut akibat pemakaian minyak penghangat seperti minyak telon atau kayu putih yang digunakan terus-menerus di iklim panas.
  4. Kekeringan kulit bayi akibat pemakaian berulang sabun mandi yang mengandung antiseptik. Peradangan kronis akibat kontak bahan iritan lemah akan mempengaruhi keseimbangan flora normal kulit, dengan akibat berkurangnya daya pertahanan alamiah kulit.
  5. Bayi baru lahir yang mengkonsumsi susu sapi formula dengan kadar pH tinggi terkadang dijumpai kemerahan di daerah sekitar dubur.
Bagaimana cara untuk mengatasi dan mengobatinya...??
  1. Terpenting adalah pencegahannya, karena bila dicermati semua faktor penyebab iritasi pada kulit bayi dapat dicegah. Umumnya kelainan kulit baru timbul bila telah terjadi paparan yang berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama.
  2. Hindari sementara pemakaian popok sekali pakai atau celana berlapis plastik selama peradangan. Pakailah popok kain tipis lembut yang bahannya menyerap keringat. Cuci daerah bokong dan sekitarnya setiap bayi buang air kecil atau buang air besar dengan sabun lembut untuk bayi, keringkan dengan handuk lembut ditepuk-tepuk pelan dan jangan digosok kasar. Hindari bedak saat kulit meradang.
  3. Daerah lipatan yang meradang sering dikompres dengan waslap handuk yang dibasahi air, hindari pemakaian bedak untuk sementara waktu. Daerah lipatan sering dibuka dan diangin-anginkan. Bila berkeringat segera seka perlahan dengan waslap handuk yang dibasahi air, jangan digosok lalu dikeringkan dengan handuk. Pakailah baju longgar dari bahan katun yang tipis dan mudah menyerap keringat.
  4. Bila dijumpai kulit bersisik dapat diberi krim pelembab khusus bayi setelah mandi. Jangan mandi dengan air terlalu panas berlama-lama. Pakailah sabun dan sampo khusus bayi. Untuk sementara waktu hindari penggunaan bedak atau berbagai produk kosmetik untuk bayi.
  5. Jangan oleskan obat salep, krim atau minyak apapun di daerah yang meradang tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
  6. Yang perlu diperhatikan dalah pencegahan. Iritasi pada kulit bayi lebih sering disebabkan oleh bahan iritan yang lemah seperti keringat, urin, feses, produk perawatan kulit yang salah penggunaannya, deterjen, atau cairan anriseptik dan mungkin kitapun punya andil untuk memaparkannya. Kadang-kadang timbulnya iritasi ditunjang oleh kondisi yang cocok untuk timbulnya peradangan seperti faktor kelembaban, panas, tertutup ataupun gesekan.

Sumber : balita-anda.com

Kesehatan Anak : Tips Memijat Si Kecil

Tips Pijat Bayi
Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, pemijatan bayi tak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada cara dan rambu-rambu yang mesti diperhatikan. Berikut adalah cara atau pedoman pemijatan pada bayi.

* Pijatan di wajah untuk melemaskan otot wajah.
Tekan jari-jari pada kening bayi, pelipis, dan pipi. Gunakan kedua ibu jari untuk memijit daerah di atas alis. Dengan tekanan lembut, tarik garis dengan ibu jari dari hidung ke arah pipi bayi. Gunakan kedua ibu jari untuk memijit sekitar mulut, tarik hingga bayi tersenyum. Pijat lembut rahang bawah bayi dari tengah ke samping seolah membuat bayi tersenyum. Pijat secara lembut daerah di belakang telinga ke arah dagu.
* Pijatan di dada untuk memperkuat paru-paru dan jantung.
Letakkan kedua tangan di tengah dada bayi dan gerakkan ke atas, kemudian ke sisi luar tubuh dan kembali ke ulu hati tanpa mengangkat tangan seperti membentuk hati. Lalu, dari tengah dada bayi, pijat menyilang dengan telapak tangan ke arah bahu seperti membentuk kupu-kupu.
* Pijatan pada perut untuk meningkatkan sistem pencernaan dan mengurangi sembelit.
Lakukan gerakan memijat di atas perut bayi seperti mengayuh sepeda dari atas ke arah bawah perut. Kemudian, angkat kedua kaki bayi dan tekan lututnya perlahan-lahan ke arah perut. Buatlah bulan separuh terbalik dengan tangan kanan, mulai dari kiri ke kanan searah jarum jam. Saat tangan kanan di atas, tangan kiri di bawah dan berputar mengikuti arah jarum jam membentuk lingkaran penuh seperti matahari.
* Pijatan tangan dan kaki untuk menghilangkan ketegangan dan memperkuat tulang.
Pegang lengan bayi dengan kedua telapak tangan seperti memegang pemukul softball. Dengan gerakan seperti memerah, pijat tangan bayi dari bahu ke pergelangan. Lakukan gerakan sebaliknya, dari pergelangan ke arah pangkal lengan. Tarik lembut jari-jari bayi dengan gerakan memutar. Dengan kedua ibu jari secara bergantian, pijat seluruh permukaan telapak tangan dan punggung tangan bayi. Gunakan kedua telapak tangan untuk membuat gerakan seperti menggulung. Untuk kaki, ikuti cara yang sama seperti teknik memijat tangan.
* Pijatan punggung untuk memperkuat otot yang menyangga tulang belakang. 
Pijat dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan di sepanjang punggung bayi, luncurkan salah satu telapak tangan dari leher sampai ke pantat bayi dengan sedikit tekanan. Buat gerakan melingkar dengan jari-jari, terutama pada otot di sebelah tulang belakang. Buat pijatan memanjang dengan telapak tangan dari leher ke kaki untuk mengakhiri pijatan.

Untuk detail petunjuk pemijatan bayi silakan di download disini

Sumber : balita-anda.com

Selasa, 24 Juli 2012

Tips Mengetahui Gigi Bayi Rusak Akibat Botol Susu

Kebiasaan menyusui bayi dengan botol susu pada waktu tidur dapat membuat bayi mengembangkan pembusukan gigi. Hal ini dikarenakan gigi mengalami kontak dengan susu dalam waktu yang lama dan mengakibatkan kerusakan gigi.

Susu Botol Dapat Merusak gigi (foto:pregnancyneeds.net)
Kerusakan gigi karena botol susu dapat menyebabkan banyak gangguan pada perkembangan bayi jika diabaikan. Hal ini tidak hanya mempengaruhi bayi secara fisik tetapi juga mempengaruhi pertumbuhan mental bayi.

Bayi yang sering mengalami pembusukan gigi adalah bayi dalam kelompok usia 18 bulan sampai 3 tahun. Air liur yang ada dalam mulut bayi bertujuan untuk mencegah kerusakan gigi dengan mempertahankan pH mulut. Ketika bayi sudah tertidur, produksi air liur berhenti dan menyebabkan membusuknya dari enamel.

Berikut gejala kerusakan gigi karena botol susu, seperti dilansir onlymyhealth, Selasa (24/7/2012) antara lain:

1. Gigi mengalami perubahan warna
Gigi yang menguning merupakan tanda-tanda kerusakan gigi yang paling umum. Karena pertumbuhan mikroba, enamel gigi menjadi ternoda dan mengakibatkan perubahan warna pada gigi.

Warna hitam dan bintik-bintik berwarna coklat pada gigi merupakan tanda awal pembusukan. Jika tidak dikontrol dengan baik, gigi bayi akan menjadi hitam dan mudah tanggal.
2. Peradangan pada gusi
Tanda awal dari pembusukan gigi karena bayi yang selalu ditidurkan dengan minum susu dari botol adalah peradangan pada gusi. Hal ini terjadi karena akumulasi bakteri dekat gusi menyebabkan kemerahan dan pembengkakan pada gusi.
3. Rasa sakit pada gigi
Pembengkakan gusi dapat menyebabkan rasa sakit pada gigi bayi karena akar gigi dalam gusi juga terkena infeksi bakteri. Rasa sakit awalnya hanya terjadi saat makan, tapi kemudian infeksi dapat berkembang dan menyebabkan rasa nyeri yang persisten pada gigi.

Nyeri ini membuat bayi Anda menolak untuk makan atau minum apa pun, sehingga akan mengganggu kesehatan dan menghambat pertumbuhannya.
4. Kesulitan dalam makan dan berbicara
Peradangan dan sakit di gusi juga mempengaruhi kemampuan berbicara dan makan bayi. Bayi akan mengalami nyeri ketika membuka mulutnya dan kesulitan mengunyah makanan.
5. Gangguan tidur
Gigi sakit menyebabkan gangguan pada tidur bayi. Karena tidur yang terganggu oleh rasa sakit, bayi akan menunjukkan perubahan suasana hati dan terus-terusan menangis.
6. Penurunan kapasitas belajar
Bayi akan kehilangan daya konsentrasinya karena rasa sakit yang terus menerus, sehingga mengurangi kemampuannya untuk belajar hal baru. Suasana hati yang berubah-ubah membuatnya rewel sepanjang waktu dan tidak memungkinkan untuk belajar apapun.

Sumber : health.detik.com

Minggu, 22 Juli 2012

Tips Melatih Kekuatan Otot & Tulang Balita Anda

SEIRING masa tumbuh kembangnya, balita akan sangat aktif. Ibu perlu melatih kekuatan otot dan tulangnya dengan beberapa latihan dan permainan sederhana.  

Melatih otot dan Tulang Balita
Saat bayi sudah mulai bisa merangkak atau banyak bergerak, mereka akan menjadi hiper-aktif. Ibu mungkin akan sering menjadi kewalahan mengontrolnya karena keaktifannya.

Banyak cara yang dapat ibu lakukan, guna mendukung tumbuh kembang serta kekuatan otot dan tulang sang bayi. Salah satu cara rutin yang harus ibu lakukan adalah memberinya pijatan lembut setiap hari menggunakan minyak zaitun atau baby oil untuk memperkuat tulang dan membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh balita.

Tak hanya itu saja, Ibu harus mencoba berbagai cara untuk memperkuat lutut dan kaki balita. Tulang yang kuat melindungi anak dari berbagai penyakit. Latihan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan balita.

Berikut adalah latihan sederhana yang dapat dilakukan dengan mudah untuk balita, sebagaimana dilansir Boldsky:

Berjalan
Ajak balita Anda pergi keluar jalan-jalan di sore hari. Ibu dapat membantu memegangkan kedua tangan anak dan melatihnya berjalan. Cara ini merupakan gerakan latihan aerobik berjalan yang memberikan manfaat baik bagi ibu dan anak. Latihan ini dapat membuah sirkulasi darah di tubuh ibu dan anak meningkat.
Menangkap bola
Bila balita Anda sudah mulai bisa berdiri dan berjalan sendiri. Ajaklah ia bermain menangkap bola.

Baik balita atau anak yang sudah tumbuh agak lebih besar, bermain tangkap-menangkap bola akan selalu membuat mereka senang. Cobalah lakukan latihan ini dengan balita Anda secara rutin minimal sekali dalam seminggu.
Belajar mengenal bagian tubuh
Ini bukan latihan fisik tapi mental. Untuk memperkuat memori anak Anda, Anda harus selalu memiliki daftar latihan mental.

Ajarkan mereka bagian-bagian tubuh dan minta mereka untuk menyebutkan nama masing-masing anggota tubuh yang ditunjuk. Latihan mental ini akan membantu balita mendapatkan pengetahuan dan juga memiliki memori yang kuat.
Lompat dan berguling
Minta anak Anda untuk melompat dan berguling dengan Anda. Jadilah seorang pelatih untuk balita Anda. Minta anak Anda untuk mengikuti gerakan Anda dan biarkan ia berlompat-lompatan kecil.

Berlompat dan berguling merupakan latihan peregangan untuk balita Anda. Dengan demikian ia dapat menekuk dan memutar tubuhnya. Hal ini membuat anak fleksibel dan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tubuh mereka.
Latihan meniru
Minta anak Anda untuk meniru suara dan gerakan binatang. Misalnya, meniru gonggongan anjing atau mengeong kucing dengan posisi badan yang dibuat sama dengan hewan yang ditiru. Permainan ini membantu balita untuk menguatkan tulang lutut.

Ini juga merupakan latihan yang efektif untuk meningkatkan fleksibilitas dari balita. Tak hanya binatang saja, Anda bahkan dapat meminta anak balita Anda untuk meniru karakter kartun favoritnya.

Demikianlah latihan-latihan yang secara efektif dapat Anda lakukan bersama balita Anda. Jangan lupa selain melakukan latihan fisik, sertakan pula berbagai permainan yang melatih daya kerja otaknya, seperti berhitung dan menghafal lagu-lagu anak. Permainan-permainan tersebut akan membantu balita tumbuh dan berkembang baik secara fisik maupun mental.

Biarkan pula balita Anda bermain dengan balita lainnya. Anak-anak dari usia yang sama akan bertumbuh dengan baik dan menjadi lebih aktif dan antusias.


Sumber : health.okezone.com

Tips Tepat Membantu Anak Menurunkan Berat Badan

Memiliki anak-anak yang berbobot badan lebih kelihatannya lucu dan menggemaskan. Tapi, hati-hati kegemukan akan berbuah pada berbahayanya kesehatan di kemudian hari.  Bila Anda terlanjur memiliki anak yang obesitas, tidak ada salahnya mulai saat ini mencoba membantu menurunkan bobotnya. Berikut beberapa cara dari Health Tips untuk membantu anak-anak menurunkan berat badan.  

Sarapan bisa turunkan berat badan (foto:101weightloss)
1. Buatlah makanan sehat untuk keluarga. 
Isilah kulkas Anda dengan buah segar. Atau sajikan di meja makan. Selain buah bisa juga sayuran segar, keju rendah lemak, kacang-kacangan, dan makanan ringan untuk seluruh keluarga. Menurut sebuah penelitian terbaru di Journal Archives of Family Medicine, keluarga yang makan bersama dengan anak-anak memiliki pola makan lebih sehat daripada mereka yang tidak melakukannya. 
2. Jadilah teladan. 
Sebagai orangtua, kebiasaan makan Anda secara langsung mempengaruhi perilaku makan anak. Jika hanya satu orangtua menderita obesitas, secara statistik menyebutkan ada kesempatan 25% lebih anak akan mengalami kelebihan berat badan ketika ia besar nanti.
3.Tidak menyebutkan kata diet. 
Jika Anda menempatkan anak pada diet, pada dasarnya Anda justru sedang mengaturnya ke dalam godaan makan seperti lemari makan, pesta makan, atau beberapa jenis godaan lain. Salah satu yang paling efektif dalam metode penurunan berat badan dan menjaganya tetap fit adalah menciptakan perubahan gaya hidup.
4. Jadilah pendukung. 
Dukunglah anak dengan umpan balik positif. Berilah inspirasi dan tunjukkan kasih sayang. Daripada mengatakan, “Kamu perlu menurunkan berat badan”, lebih baik katakan, “Mari kita mulai merawat tubuh dan menjadi sehat”. Tunjukkan pada anak apa yang dapat mereka makan, bukan apa yang tidak bisa mereka makan. Misalnya, katakan kepada mereka, “Mari kita pergi memilih dan membeli buah-buahan.” daripada, “Kamu tidak boleh makan itu”.
5. Sediakan porsi bagiannya. 
Alih-alih melayani makanan secara prasmanan, lebih baik sediakan porsi makanannya ke piring. Bila ada sejumlah besar makanan di depan mata, sangat mudah mata kita akan lebih besar daripada perut. Bila disediakan sesuai porsinya, biasanya dorongan untuk makan lebih banyak cenderung berkurang.
6. Jadilah aktif. 
Keluarlah dan lakukan sesuatu yang aktif secara teratur. Berjalan-jalan dan membuatnya menjadi menyenangkan, jadi membuat sesuatu yang diharapkan oleh anak-anak. Jika terjangkau, daftarkan anak-anak dalam kegiatan fisik seperti menari atau kegiatan lain yang dapat dinikmati dan dilakukan secara teratur. Atau bisa dilakukan bersama di rumah bermain musik sambil berdansa atau menari.
7. Sarapan. 
Penelitian telah menunjukkan, sarapan yang terdiri atas karbohidrat, protein, dan lemak, akan menjaga anak-anak lebih terfokus pada sekolah. Penurunan berat badan jauh lebih sulit bagi orang yang tidak sarapan.

Sumber : intisari-online.com

Jumat, 20 Juli 2012

Sudahkah Alat Makan Si Kecil Aman dan Bebas Kuman...??

Berbeda dengan orang dewasa, tubuh si kecil lebih rentan terhadap bakteri dan kuman. Ada banyak bakteri, jamur, dan kuman yang bisa tampak di berbagai tempat, salah satunya alat makan si kecil. Karenya cek selalu benda-benda milik si kecil, termasuk alat makannya..!!

Alat Makan Si Kecil (foto:parentdish.co.uk)
Dalam memilih alat makan dan minum buat anak, pastikan jika terbuat dari bahan yang aman dan tidak berbahaya. Biasanya, produk berkualitas memiliki keterangan mengenai bahan dan kualitasnya pada kemasan. Alat makan anak juga harus dicuci secara lebih cermat. Tujuannya adalah untuk mencegah ada bakteri dan kuman melekat.

Pilihlah alat makan berbahan plastik dengan simbol nomor 5, yang bertuliskan PP atau polypropylene. Tipe plastik ini punya kualitas baik khususnya untuk makanan dan minuman. Biasanya, plastik jenis ini digunakan untuk membuat wadah makanan dan botol minum bayi, dewasa, juga lansia.

Pilih juga alat makan dan minum yang tercantum bisphenol-A atau BPA free pada kemasannya. Saat selesia digunakan, cuci alat makan hingga benar-benar bersih di bawah air mengalir. Gunakan spons cuci yang berbeda. Jangan menggunakan spons yang sama untuk membersihkan berbagai peralatan. Tujuannya untuk menghindari bersarangnya kuman dan bakteri.

Salah satu cara mencegah bakteri dan kuman berkembang, buanglah alat makan yang rusak ataupun tergores. Saat menyimpan, sebisa mungkin pisahkan peletakannya dengan alat makan milik orang tua dan juga perabotan lain.

Sumber : food.detik.com

Selasa, 17 Juli 2012

Beberapa Alasan Anak Malas Masuk Sekolah

Banyak ditemui seorang anak merasa takut kembali bersekolah ketika tahun ajaran baru. Pada beberapa kasus, sekolah dianggap sebagai hal yang mengerikan bagi anak sehingga ia melakukan segala upaya agar tak kembali ke sana.

Alasan Anak malas ke sekolah (foto:raisingthefawn)
"Kecemasan adalah hal yang paling banyak menyebabkan anak-anak enggan kembali ke sekolah. Mengabaikan masalah ini akan menyebabkan masalah menjadi serius di kemudian hari, misalnya mengganggu prestasi dan tumbuh kembang anak," kata Anne Marie Albano, profesor psikiatri di Columbia University seperti dilansir New York Times, Senin (16/7/2012).

Beberapa hal yang membuat anak malas ke sekolah antara lain:

1. Takut dengan lingkungan sekolah
Beberapa anak menolak untuk pergi ke sekolah karena memiliki ketakutan tertentu terhadap guru, teman sebaya atau hal lain dari lingkungan sekolah. Bisa jadi anak-anak ini menjadi korban bullying, kurang nyaman dengan metode pengajaran, atau takut dengan mata pelajaran tertentu.

Jika hal ini terjadi, biacarakan dengan baik apa yang membuat anak takut. Jangan remehkan ketakutan anak sebab anak butuh dukungan. Bicarakan dengan pihak sekolah mengenai ketakutan anak yang disebabkan karena lingkungan sekolah.
2. Kurang bisa bersosialisasi dengan teman
Ada anak-anak yang cenderung merasa bahwa orang lain melihat dirinya secara negatif. Akibatnya, anak ini menghindari situasi sosial karena takut orang lain mengejek di belakangnya. Beberapa anak ada yang memang bermasalah dengan teman sebaya atau diejek oleh anak nakal.

Ajarkan anak perilaku sosial yang efektif. Misalnya, belajar mengatakan 'tidak' dengan tegas, mencari bantuan dari orang dewasa dan mencari teman baru. Ada baiknya meminta bantuan pihak sekolah untuk memperhatikan perilaku anak di sekolah.
3. Takut ditinggalkan orangtua
Anak-anak yang baru pertama kali masuk sekolah atau masih kecil saat masuk sekolah sering merasa takut jika harus jauh dari orangtua. Bisa juga terjadi jika ada orangtua yang sedang sakit, bertengkar, bercerai atau mengetahui anak lain yang kehilangan orangtua.

Untuk anak yang baru masuk sekolah, baiknya ditemani dulu beberapa jam selama beberapa hari. Yang paling penting, yakinkan anak bahwa orangtua akan kembali menjemput dan tepati janji waktu untuk menjemput.
4. Lebih suka tinggal di rumah
Anak menolak ke sekolah karena merasa tidak nyaman. Tapi seiring waktu, anak akhirnya memiliki keinginan untuk tinggal di rumah. Anak ini baru menyadari betapa menyenangkannya tinggal di rumah setelah menganggap sekolah membosankan.

Jangan membuat anak menganggap rumah lebih menyenangkan dibandingkan sekolah. Cobalah kurangi hal-hal yang membuat anak lebih memilih tinggal di rumah, misalnya video game. Berikan dukungan agar anak merasa sekolah sama nyamannya dengan rumah. 
5. Sulit bangun pagi
Beberapa anak ada yang benar-benar sulit bangun pagi sehingga sulit datang ke sekolah tepat waktu. Anak-anak yang mengalami hal ini biasanya mengalami depresi klinis atau menderita gangguan kecemasan dan perlu bantuan profesional. Beberapa obat yang menyebabkan kelesuan bisa jadi membuat anak sulit terjaga dan aktif di pagi hari. Jika ini terjadi, konsultasikan dengan dokter anak.
6. Mencari perhatian atau hadiah dari orangtua
Perilaku anak menolak pergi ke sekolah bisa juga disebabkan karena ingin menarik perhatian dari orangtua. Pada beberapa kasus, anak-anak baru mau pergi ke sekolah jika diberikan hadiah atau dituruti keinginannya. Orangtua seringkali terbujuk oleh rengekan anak.

Jangan selalu menuruti keinginan ini karena anak akan cenderung melakukan hal yang sama jika menginginkan sesuatu. Berikan hadiah jika anak berhasil mendapat peringkat bagus di sekolah, bukan agar mau berangkat ke sekolah. Orangtua perlu bersikap tegas.

Sumber : health.detik.com

Selasa, 10 Juli 2012

Ini lhooo... Penyebab Ukuran Tubuh Pendek

Banyak remaja yang merasa minder ketika memiliki tubuh pendek, karena ia sangat mengimpikan tubuh yang tinggi seperti artis idola mereka. Nah kalau sudah seperti ini, maka yang disalahkan pasti orang tuanya, biasanya ungkapan yang keluar adalah, “kan orang tua saya pendek, makanya saya pendek”, hehehe….. sebuah pembenaran yang masih diragukan.

(dok.thesocialcomplex)
Saudaraku, indikator apa yang kamu gunakan sehingga kamu mengatakan bahwa tubuh kamu pendek? Apa karena tinggi badan mu lebih pendek dari teman-teman mu atau kamu punya indikator lainnya?
Perlu kamu ketahui bahwa tinggi badan rata-rata orang Indonesia khususnya remaja sangat bervariasi, tergantung umur dan jenis kelamin, berikut salah satu acuan yang bisa digunakan untuk memutuskan apakah kamu masuk kategori pendek atau tinggi.

UMUR (Tahun)
LAKI-LAKI (cm)
PEREMPUAN (cm)
10-12
138
145
13-15
150
153
16-18
160
154
19-29
165
156

Sumber : Tabel Angka Kecukupan Gizi Orang Indonesia Tahun 2004

Pada umur 10-15 tahun pertumbuhan remaja putri cukup cepat dibanding laki-laki, akan tetapi setelah melewati umur 15 tahun, berubah menjadi laki-laki lebih cepat daripada perempuan, hal tersebut disebabkan karena umumnya remaja putri berhenti bertumbuh pada umur 16 tahun, sedangkan remaja putra pada umur 18 tahun, meskipun beberapa kasus, seorang remaja bisa bertumbuh hingga umur 20-21 tahun. 

Penyebab apa aja yang menjadi pertumbuhan tubuh jadi lambat, dikutip dari manjilala.info kita simak yukkk...??

Penyebab Tubuh Pendek

Tubuh kamu lebih pendek dari kawan-kawan kamu tidak terjadi begitu saja, ia melewati proses yang sangat panjang, yang perlu kamu ketahui bahwa faktor keturunan hanya menyumbang sekitar 10% dan bahkan beberapa hasil penelitian malah mengatakan cuma 3%, selebihnya dalah karena factor asupan makanan bergizi, lingkungan, dll.
Berikut beberapa titik kritis yang menentukan kamu akan memiliki tubuh pendek atau tidak pada usia remaja.

Masa dalam Kandungan

Jika ibu kamu saat ia mengandung kamu mengalami kekurangan gizi, seperti  Kurang Energi Kronik (KEK), anemia, asupan zat gizi yang rendah, hidup di lingkungan perokok serta berat badan lahir kamu rendah (<2500 gram) maka bisa jadi salah satu dari kondisi tersebut penyebab kamu akan mengalami tubuh yang pendek.

Masa Pemberian ASI Eksklusif (umur 0-6 bulan)

ASI saja tanpa makanan atau minuman selain ASI wajib diberikan kepada anak usia 0-6 bulan. Mengapa?, karena ASI saja sudah dapat memenuhi semua kebutuhan gizi anak pada usia tersebut (0-6 bulan), jadi tidak dibutuhkan tambahan  makanan atau minuman lain selain ASI. Selain itu, organ pencernaan tubuh bayi masih dalam tahap penyempurnaan, sehinga dengan adanya tambahan makanan selain ASI maka akan mengganggu organ pencernaan pada bayi.
Nah, meskipun ketika ibu kamu mengandung ia memiliki asupan gizi yang baik, memiliki status gizi dan kesehatan yang baik dan kamu lahir dengan berat badan normal (>2500 gram), tapi ketika lahir kamu tidak mendapatkan ASI Eksklusif, tapi di kombinasi dengan susu formula atau makanan/minuman lainya, maka bisa jadi kondisi tersebut yang menyebabkan tubuh kamu menjadi pendek.

Masa Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)

Periode ini juga merupakan periode kritis yang dibutuhkan ketelitian dan keuletan seorang ibu atau ayah. Mengapa ?, karena periode ini dikenal dengan periode transisi dari makanan cari (ASI) ke makanan keluarga, jadi tentu saja yang harus diperhatikan ialah konsistensi makanan yang diberikan serta nilai gizi dari makanan tersebut. Berikut tahapan pemberian makanan pada periode ini :
  1. Umur 6-8 bulan diberikan ASI + makanan saring atau makanan yang diblender
  2. Umur 9-11 bulan diberikan ASI +  makanan lunak dengan tahapan bubur nasi (9 bulan), nasi tim (10 bulan) dan makanan yang aga’ lembek (11 bulan)
  3. Umur 12 bulan dan seterusnya diberikan ASI + makanan keluarga.
Jika tahapan-tahapan tersebut di atas diabaikan, mislanya kamu sudah mendapatkan makanan keluarga atau nasi yang lunak sejak umur 7 bulan, atau sebaliknya pada umur 11 bulan kamu masih diberikan bubur saring, maka bisa jadi kondisi tersebut yang menjadi pemicu kamu mengalami tubuh yang pendek. Disamping itu tentu saja nilai gizi dari makanan yang diberikan pada setiap periode harus terpenuhi sesuai kebutuhan.

Masa Pemberian Makanan Keluarga (Umur >1 tahun)

Periode ini merupakan periode kritis ke-empat, dimana umumnya anak-anak pada usia ini mengalami masalah makan yang luar biasa seperti nafsu makan yang menurun, frekuensi sakit yang sering serta faktor lingkungan yang tidak mendukung sehingga asupan makanan bergizi tidak terpenuhi.

Masa Usia Sekolah dan Remaja

Pertumbuhan kembali mengalami puncaknya pada saat memasuki masa remaja, nah periode ini merupakan periode akhir jika kamu ingin mengejar pertumbuhan kamu yang tidak maksimal atau tidak sesuai dengan keinginan kamu saat ini, setelah itu (baca : masa remaja lewat) peluangnya semakin kecil.
Makanya pada masa remaja dituntut untuk memiliki pola hidup yang sehat dan bersih, agar pertumbuhan pada periode ini bisa berjalan dengan baik dan maksimal. 

Kesimpulan

Sekali lagi, tubuh kamu pendek saat ini bukan terjadi begitu saja akan tetapi melewati proses yang sangat panjang, mulai dari kamu dalam kandungan sampai kamu memasuki usia sekarang (Baca : remaja).
Tapi titik kritis yang paling utama untuk menghidari tubuh yang pendek saat remaja ialah, pastikan semua kebutuhan gizi anak terpenuhi sejak dalam kandungan sampai ia berumur 2 tahun serta ciptakan lingkungan yang sehat dan bersih.

Rabu, 27 Juni 2012

Tips Menjadi Orang Tua yang Bijaksana

Setelah menjadi orangtua, tanggung jawab Anda semakin berat. Anda harus bekerja setiap hari, mengurus rumah, serta membesarkan anak. Terkadang, aktivitas yang padat bisa menyebabkan anak kurang perhatian.

Menjadi Orang Tua yang Berkwalitas (Foto:picforparents)
Untuk itu, Anda perlu meningkatkan kemampuan sebagai orangtua dalam mendidik si kecil. Bagaimana caranya? Dilansir dari Lifestyle, perhatikan beberapa hal berikut yang akan membantu Anda mengurus anak.

1. Sharing dengan Teman yang Sudah Menjadi Orangtua
Anda perlu banyak bertanya serta bercerita dengan teman-teman yang sudah menjadi orangtua. Setiap orang pasti mempunyai pengalaman yang berbeda saat mengurus dan membesarkan anak. Pengalaman mereka bisa menjadi masukkan untuk Anda. Setelah mempunyai gambaran, coba terapkan cara tersebut kepada si buah hati.
2. Ajari Anak Perilaku Disiplin
Ajari anak perilaku disiplin. Setiap orangtua mempunyai metode disiplin yang berbeda. Namun, kuncinya tetap satu, memastikan anak mengetahui mana yang benar dan salah. Cara memastikannya dengan memberikan konsekuensi kalau anak berbuat salah. Berikan hukuman untuk memberitahukan mereka bahwa perilaku itu bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Hal ini pasti membutuhkan waktu yang lama, tapi Anda harus sabar demi perkembangan si kecil.
3. Berikan Contoh Secara Langsung
Anak mempunyai keingintahuan yang sangat besar. Makanya, mereka selalu mencontoh perilaku orangtuanya. Setiap yang Anda lakukan akan menjadi contoh hidup baginya. Jadi, ketika Anda memintanya untuk taat aturan, maka Anda pun harus melakukan hal yang sama. Misalnya, tidur tepat waktu, membiasakan diri mencuci kaki, tangan, serta menggosok gigi sebelum tidur. Jika Anda selalu melakukannya secara teratur, anak pasti mengikuti Anda dan terbiasa dengan hal itu.

Ketiga cara ini bisa membantu Anda ketika mengurus dan membesarkan si buah hati. Selain itu, Anda perlu merencanakan pendidikan formal untuk mereka agar memudahkan anak meraih kesuksesan, yang kemudian diimbangi oleh pendidikan moral dan tingkah laku dari Anda.

Sumber : wolipop.detik.com

Rabu, 06 Juni 2012

Berbahaya...!!! Mitos Seks yang Salah yang Sering Didengar Anak

Pemberian edukasi mengenai seks kepada anak perlu dilakukan sejak dini, khususnya dalam usia pra pubertas (9-11 tahun). Namun ada beberapa mitos yang keliru mengenai isu-isu seks saat ini, mulai dari pernyataan 'masih perawan itu tidak keren', atau masturbasi membantu tubuh tinggi dan kuat.

Pentingnya pendidikan seks bagi anak dan orang tua
Beberapa mitos tersebut akan memberikan pemahaman yang keliru bagi anak, untuk itu tugas Anda sebagai orang tua adalah memberikan penjelasan mengenai mitos-mitos yang salah tersebut. Ditemui wolipop di tengah seminarnya mengenai pentingnya pendidikan seks bagi anak dan orang tua, yang digelar di Binus Internasional School Serpong, Rabu (30/05/2012), Ratih Ibrahim, seorang psikolog berpengalaman yang memfokuskan karyanya bagi anak-anak, remaja dan keluarga menjelaskan apa saja mitos tersebut:

Mitos 1: Seks itu Menjijikan dan Kotor
Jadikan obrolan mengenai seks menjadi menyenangkan agar anak selalu terbuka dengan Anda. Jawab pertanyaan mereka dengan tenang, jelaskan mengenai gender dan identitas gender, jangan menolak untuk menjawab atau anak akan mencari sendiri jawaban lain yang tidak jelas kebenarannya. Ajarkan juga mereka untuk menghargai diri sendiri.

Mitos 2: Seks = Cinta
Ajarkan mereka bahwa seks adalah salah satu bentuk ekspresi kasih sayang, tapi hanya dilakukan antara suami dan istri. Seks adalah ungkapan kasih sayang ketika kita sudah benar-benar yakin dan menemukan orang yang tepat, dan dilakukan di waktu dan tempat yang tepat pula. Disini anda juga bisa mengajarkan anak mengenai kasih sayang yang sesungguhnya dan juga kesetiaan.

Mitos 3: Wanita adalah Objek Seksual
Dari berbagai media anak banyak melihat bahwa biasanya wanita adalah korban atau objek seks pria. Jelaskan pada mereka, tidak ada satu orang pun yang bisa menjadi objek seks jika memang mereka tidak mau. Lagipula di zaman sekarang ini, tidak hanya wanita, pria juga dapat menjadi korban. Ajarkan anak-anak untuk selalu berhati-hati dalam memilih pergaulan.

Mitos 4: Virgin = Tidak Keren
Jelaskan keperawanan adalah sesuatu yang sangat berharga, dan hanya terjadi sekali untuk diberikan ke orang yang benar-benar tepat. Berikan penjelasan seperti "Kau tahu nak? Kenapa Tuhan menciptakan alat reproduksimu di dalam tubuh dan tidak terlihat? Itu karena Tuhan mau kau menjaganya baik-baik karena keperawanan sangat penting dan tidak dapat digantikan dengan apapun," jelas Ratih.

Mitos 5: Masturbasi Membantu Tumbuh Tinggi dan Kuat
Mungkin di sekolah, anak mendengar cerita dari temannya bahwa masturbasi membuat tubuh menjadi tinggi. Untuk anak yang bertubuh kecil, mungkin hal ini sangat menjanjikan. Berikan penjelasan padanya, masturbasi bukanlah cara untuk membuat anak menjadi kuat dan besar, lebih baik untuk tumbuh secara alami, semua sudah ada waktunya. Di sini Anda juga bisa menambahkan mengenai pola hidup yang baik dan sehat. Contohnya "Masturbasi bukan cara untuk meninggikan badan, kalau kamu mau tumbuh besar dan kuat, kamu harus banyak mengkonsumsi makanan sehat seperti sayuran, daging, protein dan lainnya."

Mitos 6: Tidak Akan Hamil Jika Hanya Sekali Berhubungan Seks
Jelaskan padanya, segala aktifitas seks berisiko menyebabkan kehamilan! Tidak berpengaruh seberapa sering seks itu dilakukan. Jelaskan mengenai kondisi dan usia yang sudah pantas untuk melakukan seks. Dan selalu ingatkan untuk tidak terburu-buru, lebih baik tanamkan sedari dini mengenai standar-standar seperti, menemukan orang yang tepat, dengan waktu dan tempat yang tepat pula.

Sumber : wolipop.detik.com

Sabtu, 02 Juni 2012

Kebiasaan-kebiasaan Buruk Pada Anak yang Tidak Disukai Orang tua

Setiap anak pasti memiliki kebiasaan tertentu, tapi ada kalanya kebiasaan si kecil tidak disukai oleh orangtua, baik karena faktor kesehatan atau mengganggu penampilan. Kebiasaan apa saja itu?

Kebiasa'an Isap Jempol
Meski beberapa kebiasaan anak mungkin mengganggu atau mengkhawatirkan, tapi dalam kebanyakan kasus kebiasaan ini hanyalah salah satu fase dalam proses perkembangan yang normal dan tidak berbahaya.

Kebiasaan adalah suatu pola perilaku yang diulang dan orang biasanya tidak menyadari melakukan hal itu. Meski anak-anak tidak menyadari, tapi orangtua memperhatikan hal tersebut bisa membuatnya terganggu sehingga tidak disukai.

Berikut ini beberapa kebiasaan yang paling umum dijumpai pada anak-anak dan juga remaja, namun seringkali tidak disukai orangtua, seperti dikutip dari MSNHealth, Sabtu (2/6/2012) yaitu:

1. Menggigit kuku
Ini merupakan kebiasaan yang paling umum dimiliki anak-anak. beberapa penelitian memperkirakan sekitar 30-60 persen anak-anak dan remaja memiliki kebiasaan menggigit satu atau lebih kuku.

Pada tahun-tahun awal kelahiran baik anak laki-laki maupun perempuan memiliki kerentanan yang sama terhadap kebiasaan menggigit kuku. Namun ketika semakin bertambah maka anak laki-laki lebih mungkin memiliki kebiasaan ini ketimbang anak perempuan.
2. Menghisap jempol
Jempol memang lebih suka dihisap oleh anak ketimbang jari lain seperti telunjuk. Hal ini karena berkaitan dengan gerakan acak ibu jari yang bersentuhan dengan mulut saat masih di dalam kandungan.

Hampir seperempat dari setengah anak berusia 2-4 tahun memiliki kebiasaan mengisap jempol dan kebanyakan anak melakukan hal ini untuk menenangkan dan menghibur dirinya sendiri. Tapi jika masih terjadi sampai usia 4-5 tahun maka bisa menyebabkan masalah pada gigi atau infeksi ibu jari.
3. Memilin-milin rambut
Mayoritas anak-anak yang suka memilim-milin atau memutar-mutar rambutnya adalah anak perempuan. Kebiasaan ini mungkin muncul pada usia dini sebagai permulaan kebiasaan menarik-narik rambut. Tapi kebiasaan ini hilang ketika bertambah usia.

Namun jika kebiasaan ini dimulai ketika anak sudah bertambah usia atau remaja bisa jadi merupakan tanda dari kegelisahan, depresi atau gangguan ebsesif kompulsif (OCD).
4. Memetik hidung
Meskipun kebiasaan ini umumnya dimulai pada masa anak-anak, tapi sebenarnya bisa bertahan lama bahkan hingga ia dewasa. Bahkan salah satu studi menunjukkan kebiasaan ini bisa mempengaruhi pola makannya yang menjadi lebih pemilih (picky eater).

Sumber ; health.detik.com

Jumat, 01 Juni 2012

Untuk Remaja Putri di Indonesia Disarankan Minum 2 Gelas Susu Tiap Hari

Asupan kalsium penting untuk menjaga kesehatan tulang khususnya bagi remaja putri, namun di Indonesia rata-rata angkanya baru terpenuhi 50 persen. Ahli gizi menyarankan agar asupan tersebut ditingkatkan dengan minum 1-2 gelas susu dan mengonsumsi sumber kalsium lainnya.
Disarankan 2 gelas susu tiap hari

"Tergantung pola konsumsi yang lain ya, tapi saya pikir 1-2 gelas susu tiap hari cukup membantu memenuhi kebutuhan kalsium pada remaja putri," kata Ahmad Syafiq, PhD, ahli gizi masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI) dalam media gathering jelang Konferensi Keluarga Cerdas Frisian Flag di Kemayoran, Jumat (1/6/2012).

Selain dari susu, asupan kalsium juga bisa didapatkan dari produk-produk olahan susu yang lain. Salah satunya yang kebetulan juga digemari remaja putri, menurut Syafiq adalah yogurt baik dalam bentuk cair maupun beku atau frozen yogurt seperti yang banyak dijual di pusat-pusat perbelanjaan.

Ditambahkan oleh Syafiq, produk olahan susu yang lain seperti keju juga banyak mengandung kalsium. Demikian juga makanan-makanan yang berasal dari hewan, seperti daging-dagingan maupun telur ayam juga termasuk sumber kalsium yang baik.

Bagi remaja putri, kecukupan kalsium sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Seperti diketahui, perempuan lebih rentan mengalami osteoporosis atau pengeroposan massa tulang sehingga penting untuk menabung kalsium sejak usia dini supaya tulangnya tidak rapuh saat beranjak dewasa.

Terkait dengan kecukupan kalsium pada remaja putri, Syafiq bersama para mahasiswanya dari FKM-UI pernah melakukan penelitian di beberapa kota di Indonesia termasuk Bandung, Bogor dan Jakarta. Hasilnya cukup memprihatinkan, sebab para remaja putri rata-rata hanya memenuhi 50 persen dari asupan kalsium yang dibutuhkan.

"Penelitian kami memang hanya di beberapa kota, tapi kecenderungannya kalau diambil rata-rata saya kira akan seperti itu semua datanya. Padahal berbagai proses pembentukan massa tulang sangat membutuhkan kalsium," kata Syafiq.

Sumber : health.detik.com

Rabu, 30 Mei 2012

Menurut Anda Lebih Susah Merawat Anak Perempuan atau Laki-Laki...??

Setiap anak, baik itu laki-laki maupun perempuan memiliki kepribadian bawaan yang membentuk kehidupannya. Ada perbedaan dalam cara orangtua untuk menangani anak laki-laki dan perempuan sejak lahir.

Lebih mudah rawat anak Laki-laki atau Perempuan
"Otak dan pertumbuhan setiap jenis kelamin memiliki tingkat yang berbeda dan akan mempengaruhi perilaku antara anak perempuan dan laki-laki. Sehingga cara merawat anak perempuan dan laki-laki sangatlah berbeda," kata Leonard Sax, MD, penulis buku Boys Adrift.

Berikut 4 aspek yang membedakan perawatan terhadap anak perempuan dan laki-laki, seperti dilansir dari parenting, Rabu (30/5/2012) antara lain:

1. Disiplin
Lebih sulit untuk menerapkan kedisiplinan pada anak laki-laki darpada anak perempuan. Anak laki-laki tampak seperti tidak mendengarkan ketika diarahkan oleh orangtuanya.

Ternyata pendengaran anak laki-laki tidak sebaik anak perempuan sejak lahir. Pendengaran anak perempuan lebih sensitif dan pusat-pusat verbal dalam otaknya berkembang lebih cepat. Karena itulah seorang gadis cenderung memberikan respon yang lebih baik terhadap pujian atau peringatan orangtua yang mengisyaratkan kedisiplinan.
2. Keamanan fisik
Secara umum, anak laki-laki lebih kasar dan agresif. Sehingga orangtua memerlukan pengawasan ekstra terhadap anak laki-lakinya agar tidak mudah terluka karena tingkah aktifnya.

"Tetapi membiarkan anak-anak tetap aktif dapat membangun karakter, kepercayaan diri, ketahanan, dan kemandiriannya. Luka ringan adalah risiko alami, berilah arahan kepada anak laki-laki Anda untuk sedikit memperlambat aktivitasnya agar tidak berbahaya," kata Wendy Mogel, Ph.D., penulis The Blessing of a Skinned Knee.

Sebaliknya, anak perempuan juga butuh dorongan untuk lebih aktif untuk mengambil lebih banyak risiko agar karakternya terbangun dan tidak menjadi orang yang manja dan lemah ketika dewasa.
3. Komunikasi
"Sejak lahir, bayi perempuan cenderung lebih tertarik melihat warna dan tekstur, seperti pada wajah manusia, sedangkan bayi laki-laki ditarik lebih ke gerakan, seperti permainan yang berputar-putar," kata Dr Sax.

Singkatnya, anak laki-laki lebih berorientasi pada tindakan sedangkan anak perempuan lebih berorientasi terhadap sinyal nonverbal, seperti ekspresi dan nada suara. Anak laki-laki memiliki lebih banyak kesulitan untuk menyatakan perasaan dengan kata-kata.

Sementara kebanyakan perempuan mudah sekali berbagi perasaan dan rincian kejadian yang dialaminya kepada orang lain. Biasakan untuk mendirikan sebuah komunikasi terbuka dengan anak perempuan Anda sejak masih terbuka agar anak Anda tidak sungkan untuk meminta nasehat terhadap masalahnya ketika beranjak remaja.
4. Penghargaan terhadap diri sendiri
"Mengembangkan citra diri yang sehat sangat penting untuk semua anak. Tetapi anak perempuan cenderung tumbuh kurang percaya diri dan lebih aman daripada anak laki-laki," kata Carol Gilligan, Ph.D., seorang peneliti gender dan psikolog.

Citra terhadap tubuhnya adalah sebagian besar dari harga diri seorang perempuan. Tubuh dan penampilan sangat penting bagi perempuan bahkan ketika masih anak-anak. Sedangkan anak laki-laki cenderung cuek dengan penampilan dan merasa percaya diri akan apa yang telah dimilikinya.

Sumber : health.detik.com

Sabtu, 12 Mei 2012

Tips Atasi Perut Kembung Pada Si Kecil

BAYI yang baru lahir memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik. Bayi kerap mengalami sembelit, perut kembung atau disentri karena sistem pencernaannya masih dalam pertumbuhan.
Tips Atasi Bayi Kembung
Lantas, bila si kecil mulai mengalami perut kembung, Anda perlu menerapkan beberapa langkah sederhana berikut, seperti dilansir BoldSky.

Tepuk punggung bayi dengan lembut

Setelah makan, Anda perlu menepuk punggung bayi dengan lembut sambil menggendongnya. Anda bisa melakukan hal ini selama satu sampai dua menit sampai bayi bersendawa. Kembung mulai berkurang ketika bayi bersendawa.

Gosok perut bayi

Untuk mengatasi kembung, Anda perlu menggosok perut bayi dengan lembut menggunakan minyak penghangat tubuh. Namun sebelum hal tersebut dilakukan, Anda harus membaringkan bayi terlebih dulu kemudian memijat perutnya dengan memberi sedikit tekanan. Langkah ini dapat mengatasi rasa kembung pada perut anak.

Beri air hangat

Bila perut bayi kembung, Anda perlu memberi sedikit air hangat untuk diminum. Anda jangan memberi air yang panas. Selain itu, Anda juga perlu memandikan bayi menggunakan air hangat. Langkah ini mampu memulihkan perut bayi yang kembung.

Waspada dengan susu formula yang dikonsumsi si kecil

Anda perlu waspada dengan susu formula yang dikonsumsi si kecil, sebab beberapa susu formula mampu membuat perut bayi kembung. Anda perlu mengamati apakah perut anak kembung setelah minum susu formula? Jika ya, maka Anda harus menghindari si kecil dari susu formula tersebut.

Membiarkan si kecil berolahraga

Anda perlu membiarkan bayi berolahraga. Salah satu olahraga yang dapat diterapkan dengan memegang kakinya kemudian menggerakannya secara perlahan. Langkah ini mampu meningkatkan pergerakan usus dan memudahkan bayi untuk membuang gas.

Membiarkan si kecil aktif bergerak

Anda dapat mengisi waktu luang dengan mengajak si kecil bermain. Anda perlu melibatkan bayi dalam kegiatan yang menyenangkan guna membantunya mengeluarkan gas yang ada di perut. Gerakan tubuh bayi yang semakin meningkat mampu membantunya mengeluarkan gas melalui sendawa

Sumber : health.okezone.com

Jumat, 04 Mei 2012

Resep Makanan Bayi Umur 4 Bulan

Makanan tambahan buat bayi usia 4 bulan sebenarnya belum layak diberikan. Menurut para ahli idealnya bayi mendapatkan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan. Namun banyak juga Ibu-ibu dimasayarakat yang telah memberikan makanan pendamping ASI pada bayi umur 4 bulan. Tentunya makanan bayi umur 4 bulan tersebut tidak sembarangan, harus memenuhi kebutuhan gizi dan sesuai dengan tahap tumbuh kembang bayi berdasarkan umurnya. Berikut adalah contoh beberapa resep makanan bayi usia 4 bulan :
Tips Membuat Bubur Bayi
Bubur Maizena Dengan Pisang
Bahan:
  • 15 gr tepung maizena
  • 50 gr pisang raja yang matang, kukus, haluskan.
  • 250 Cc susu
  • 1 sdt gula pasir
Cara membuat:
  1. Cairkan tepung maizena dengan 50 cc susu, aduk rata.
  2. Rebus sisa susu dan gula hingga mendidih, masukan cairan tepung maizena, aduk hingga mengental.
  3. Masukan pisang raja kukus yang telah dihaluskan. Aduk rata, angkat.
  4. Haluskan dengan blender atau saringan kawat. Tunggu hingga dingin, siap diberikan pada bayi.
Bubur Susu Tepung Beras
Bahan:
  • 20 gr tepung beras
  • 250 Cc susu
  • 1 Sdm gula pasir
  • 5 sdm air jeruk yang manis (jeruk pontianak/medan)
Cara membuat:
  1. Cairkan tepung beras dengan 50 cc susu, aduk rata.
  2. Rebus sisa susu bersama gula hingga mendidih, masukan cairan tepung beras, aduk terus dengan sendok kayu hingga mengenal, angkat.
  3. Tuang dalam wadah. Tunggu hingga bubur menjadi dingin, siram atasnya dengan air jeruk. Siap diberikan pada bayi.
Kombinasi Pepaya Dengan Pisang
Bahan:
  • 50 gr pepaya yg matang dan manis, potong-potong
  • 51 gr pisang raja yang tua dan manis, potong-potong
Cara membuat:
  • Haluskan pepaya dan pisang dengan blender atau saringan kawat, angkat, tuang dalam wadah. Segera berikan pada bayi.

Selasa, 10 April 2012

Perlu Perhatian....!!! Bila Bayi Mau Pakai Susu Formula?

Dalam kondisi tertentu seperti yang ditentukan dalam peraturan pemerintah, Air Susu Ibu (ASI) boleh diganti dengan susu formula untuk bayi. Namun ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi jika ingin memakai susu formula. Apa saja?
Susu Formula...!!!
Seperti diberitakan detikHealth sebelumnya, dalam beberapa kondisi medis maupun non medis ibu melahirkan diperbolehkan untuk tidak memberikan ASI Eksklusif. Sebagian gantinya, seperti ditulis Selasa (3/4/2012), bayi boleh diberi susu dengan formula khusus bayi yang sesuai dengan kondisinya.

Bayi yang hanya dapat menerima susu dengan formula khusus, yakni bayi dengan kriteria:
  1. Bayi dengan galaktosemia klasik, diperlukan formula khusus bebas galaktosa.
  2. Bayi dengan penyakit kemih beraroma sirup maple (maple syrup urine disease), diperlukan formula khusus bebas leusin, isoleusin, dan valin.
  3. Bayi dengan fenilketonuria, dibutuhkan formula khusus bebas fenilalanin, dan dimungkinkan beberapa kali menyusui, di bawah pengawasan.
Bayi yang membutuhkan makanan lain selain ASI selama jangka waktu terbatas, yaitu:
  1. Bayi lahir dengan berat badan kurang dari 1500 (seribu lima ratus) gram (berat lahir sangat rendah)
  2. Bayi lahir kurang dari 32 (tiga puluh dua) minggu dari usia kehamilan yang sangat prematur
  3. Bayi baru lahir yang berisiko hipoglikemia berdasarkan gangguan adaptasi metabolisme atau peningkatan kebutuhan glukosa seperti pada bayi prematur, kecil untuk umur kehamilan atau yang mengalami stres iskemik/intrapartum hipoksia yang signifikan, Bayi yang sakit dan Bayi yang memiliki ibu pengidap diabetes, jika gula darahnya gagal merespons pemberian ASI baik secara langsung maupun tidak langsung.
sumber : health.detik.com

Sabtu, 31 Maret 2012

Air Putih Bisa Turunkan Demam Anak

Minum Air Putih Turunkan Demam
Kurang minum air putih bisa menyebabkan dehidrasi. Tidak hanya orang dewasa yang mengalaminya, anak-anak juga. Selain dapat menghaluskan kulit dan mengatasi dehidrasi, air putih juga mampu menurunkan demam anak.

Air putih atau air mineral berasal dari mata air yang berada di alam. Kandungan mineral dan bahan larut lainnya sangat baik untuk kesehatan tubuh. Jumlah kebutuhan air mineral per hari untuk dewasa adalah 2-2,5 liter atau sekitar 8-10 gelas perhari. Sedangkan untuk anak usia balita membutuhkan 0,75 liter air perhari sedangkan anak usia sekolah membutuhkan 1 liter air putih perhari.

Banyak manfaat yang didapat dari air putih diantaranya bisa membuat kulit menjadi halus, melancarkan sistem pencernaan, menyehatkan jantung, dan menurunkan berat badan. Selain itu juga bisa menurunkan suhu tubuh anak saat demam.

“Jika suhu anak meningkat hingga 37 °C, bisa langsung diberikan air putih. Karena demam bisa disebabkan dari kurangnya konsumsi air atau dehidrasi,” ujar dr. Attila, Spa, Duta ASI Indonesia dari Brawijaya Woman and Children Hospital saat mengisi acara talkshow “Asupan yang Sehat dan Lezat untuk Tumbuh Kembang Anakku.”

Karena pengaturan keseimbangan cairan tubuh yang belum sempurna, anak-anak membutuhkan cairan yang lebih banyak. Kesadaran anak-anak akan kebutuhan cairan masih sangat rendah, untuk itu para orang tua wajib untuk memberikan cairan yang cukup pada anak Anda.

Tanda dehidrasi pada anak bisa dikenali dari mata yang sedikit cekung, tidak keluar air mata saat menangis dan terlihat lemas. Jika anak masih diberikan ASI atau masih meminum susu formula, air putih harus lebih sering diberikan.  ( food.detik.com )