close
divahoki88.com
Tampilkan postingan dengan label Susu Formula. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Susu Formula. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Juli 2012

Tips Mengetahui Gigi Bayi Rusak Akibat Botol Susu

Kebiasaan menyusui bayi dengan botol susu pada waktu tidur dapat membuat bayi mengembangkan pembusukan gigi. Hal ini dikarenakan gigi mengalami kontak dengan susu dalam waktu yang lama dan mengakibatkan kerusakan gigi.

Susu Botol Dapat Merusak gigi (foto:pregnancyneeds.net)
Kerusakan gigi karena botol susu dapat menyebabkan banyak gangguan pada perkembangan bayi jika diabaikan. Hal ini tidak hanya mempengaruhi bayi secara fisik tetapi juga mempengaruhi pertumbuhan mental bayi.

Bayi yang sering mengalami pembusukan gigi adalah bayi dalam kelompok usia 18 bulan sampai 3 tahun. Air liur yang ada dalam mulut bayi bertujuan untuk mencegah kerusakan gigi dengan mempertahankan pH mulut. Ketika bayi sudah tertidur, produksi air liur berhenti dan menyebabkan membusuknya dari enamel.

Berikut gejala kerusakan gigi karena botol susu, seperti dilansir onlymyhealth, Selasa (24/7/2012) antara lain:

1. Gigi mengalami perubahan warna
Gigi yang menguning merupakan tanda-tanda kerusakan gigi yang paling umum. Karena pertumbuhan mikroba, enamel gigi menjadi ternoda dan mengakibatkan perubahan warna pada gigi.

Warna hitam dan bintik-bintik berwarna coklat pada gigi merupakan tanda awal pembusukan. Jika tidak dikontrol dengan baik, gigi bayi akan menjadi hitam dan mudah tanggal.
2. Peradangan pada gusi
Tanda awal dari pembusukan gigi karena bayi yang selalu ditidurkan dengan minum susu dari botol adalah peradangan pada gusi. Hal ini terjadi karena akumulasi bakteri dekat gusi menyebabkan kemerahan dan pembengkakan pada gusi.
3. Rasa sakit pada gigi
Pembengkakan gusi dapat menyebabkan rasa sakit pada gigi bayi karena akar gigi dalam gusi juga terkena infeksi bakteri. Rasa sakit awalnya hanya terjadi saat makan, tapi kemudian infeksi dapat berkembang dan menyebabkan rasa nyeri yang persisten pada gigi.

Nyeri ini membuat bayi Anda menolak untuk makan atau minum apa pun, sehingga akan mengganggu kesehatan dan menghambat pertumbuhannya.
4. Kesulitan dalam makan dan berbicara
Peradangan dan sakit di gusi juga mempengaruhi kemampuan berbicara dan makan bayi. Bayi akan mengalami nyeri ketika membuka mulutnya dan kesulitan mengunyah makanan.
5. Gangguan tidur
Gigi sakit menyebabkan gangguan pada tidur bayi. Karena tidur yang terganggu oleh rasa sakit, bayi akan menunjukkan perubahan suasana hati dan terus-terusan menangis.
6. Penurunan kapasitas belajar
Bayi akan kehilangan daya konsentrasinya karena rasa sakit yang terus menerus, sehingga mengurangi kemampuannya untuk belajar hal baru. Suasana hati yang berubah-ubah membuatnya rewel sepanjang waktu dan tidak memungkinkan untuk belajar apapun.

Sumber : health.detik.com

Sabtu, 12 Mei 2012

Tips Atasi Perut Kembung Pada Si Kecil

BAYI yang baru lahir memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik. Bayi kerap mengalami sembelit, perut kembung atau disentri karena sistem pencernaannya masih dalam pertumbuhan.
Tips Atasi Bayi Kembung
Lantas, bila si kecil mulai mengalami perut kembung, Anda perlu menerapkan beberapa langkah sederhana berikut, seperti dilansir BoldSky.

Tepuk punggung bayi dengan lembut

Setelah makan, Anda perlu menepuk punggung bayi dengan lembut sambil menggendongnya. Anda bisa melakukan hal ini selama satu sampai dua menit sampai bayi bersendawa. Kembung mulai berkurang ketika bayi bersendawa.

Gosok perut bayi

Untuk mengatasi kembung, Anda perlu menggosok perut bayi dengan lembut menggunakan minyak penghangat tubuh. Namun sebelum hal tersebut dilakukan, Anda harus membaringkan bayi terlebih dulu kemudian memijat perutnya dengan memberi sedikit tekanan. Langkah ini dapat mengatasi rasa kembung pada perut anak.

Beri air hangat

Bila perut bayi kembung, Anda perlu memberi sedikit air hangat untuk diminum. Anda jangan memberi air yang panas. Selain itu, Anda juga perlu memandikan bayi menggunakan air hangat. Langkah ini mampu memulihkan perut bayi yang kembung.

Waspada dengan susu formula yang dikonsumsi si kecil

Anda perlu waspada dengan susu formula yang dikonsumsi si kecil, sebab beberapa susu formula mampu membuat perut bayi kembung. Anda perlu mengamati apakah perut anak kembung setelah minum susu formula? Jika ya, maka Anda harus menghindari si kecil dari susu formula tersebut.

Membiarkan si kecil berolahraga

Anda perlu membiarkan bayi berolahraga. Salah satu olahraga yang dapat diterapkan dengan memegang kakinya kemudian menggerakannya secara perlahan. Langkah ini mampu meningkatkan pergerakan usus dan memudahkan bayi untuk membuang gas.

Membiarkan si kecil aktif bergerak

Anda dapat mengisi waktu luang dengan mengajak si kecil bermain. Anda perlu melibatkan bayi dalam kegiatan yang menyenangkan guna membantunya mengeluarkan gas yang ada di perut. Gerakan tubuh bayi yang semakin meningkat mampu membantunya mengeluarkan gas melalui sendawa

Sumber : health.okezone.com

Jumat, 04 Mei 2012

Tips Mengetahui Makanan Kadaluarsa

Makanan yang kedaluwarsa seperti buah dan sayuran memang mudah untuk dikenali. Namun, tidak begitu dengan jenis makanan lainnya, seperti daging, susu, makanan kering, atau makanan kaleng. Anda jadi bertanya-tanya, apakah makanan tersebut masih layak untuk dikonsumsi. Selain dengan mencari tahu tanggal kedaluwarsa pada label kemasan, bagaimana cara mengenali makanan yang sudah tak layak dikonsumsi?
Tips Mengenal Makanan Kadaluarsa
 1. Susu dan keju
Susu kemasan bisa dikonsumsi selama seminggu setelah kemasan dibuka. Begitu juga dengan keju. Setelah itu, akan tercium bau asam. Untuk menghindarinya, bungkus kembali keju dengan aluminium foil, masukkan ke dalam kotaknya, lalu simpan di lemari es. Jika keju sudah keburu asam, maka untuk menggunakannya kembali potong bagian yang sudah terpapar udara.
Keju yang lebih lembut yang terbuat dari susu kambing, seperti ricotta, akan lebih cepat membusuk saat terpapar udara.
 2. Daging ayam, sapi, dan ikan, serta tahu
Ciri-cirinya : daging berubah warna, berlendir, dan berbau menyengat. Tak ada jalan lain untuk mempertahankannya. Anda harus segera membuangnya.
Agar daging lebih tahan lama, perhatikan cara menyimpannya. Daging yang kotor saat dibeli tak perlu dicuci, tetapi potong saja bagian yang kotor. Jika tidak langsung dimasak, maka masukkan daging ke dalam freezer. Di dalam freezer, bahan makanan ini akan tahan hingga 1 bulan.
3. Sayur dan buah-buahan
Sayur atau buah-buahan yang mulai layu masih bisa dikonsumsi. Namun, vitaminnya sudah berkurang, dan rasanya berbeda. Jika sayur atau buah menjadi berjamur dan berlendir, maka jangan dimakan.
4. Makanan kering
Makanan kering seperti biskuit, roti kering, dan kue kering bisa bertahan 3-6 bulan jika kemasannya belum dibuka. Namun ingat, roti tawar tidak bertahan lama meskipun kemasannya belum dibuka. Rata-rata roti tawar hanya bertahan selama 1 minggu.
5. Makanan kaleng
Makanan kaleng tahan paling lama 2 tahun. Namun, jangan berpatokan pada label kedaluwarsa jika Anda melihat perbedaan dari yang biasa Anda ketahui. Misalnya, buah kalengan berbau asam, airnya menjadi kental dan berlendir, saat kaleng dibuka mengeluarkan gas, atau terdapat bibit jamur (bulukan).

Selasa, 10 April 2012

Perlu Perhatian....!!! Bila Bayi Mau Pakai Susu Formula?

Dalam kondisi tertentu seperti yang ditentukan dalam peraturan pemerintah, Air Susu Ibu (ASI) boleh diganti dengan susu formula untuk bayi. Namun ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi jika ingin memakai susu formula. Apa saja?
Susu Formula...!!!
Seperti diberitakan detikHealth sebelumnya, dalam beberapa kondisi medis maupun non medis ibu melahirkan diperbolehkan untuk tidak memberikan ASI Eksklusif. Sebagian gantinya, seperti ditulis Selasa (3/4/2012), bayi boleh diberi susu dengan formula khusus bayi yang sesuai dengan kondisinya.

Bayi yang hanya dapat menerima susu dengan formula khusus, yakni bayi dengan kriteria:
  1. Bayi dengan galaktosemia klasik, diperlukan formula khusus bebas galaktosa.
  2. Bayi dengan penyakit kemih beraroma sirup maple (maple syrup urine disease), diperlukan formula khusus bebas leusin, isoleusin, dan valin.
  3. Bayi dengan fenilketonuria, dibutuhkan formula khusus bebas fenilalanin, dan dimungkinkan beberapa kali menyusui, di bawah pengawasan.
Bayi yang membutuhkan makanan lain selain ASI selama jangka waktu terbatas, yaitu:
  1. Bayi lahir dengan berat badan kurang dari 1500 (seribu lima ratus) gram (berat lahir sangat rendah)
  2. Bayi lahir kurang dari 32 (tiga puluh dua) minggu dari usia kehamilan yang sangat prematur
  3. Bayi baru lahir yang berisiko hipoglikemia berdasarkan gangguan adaptasi metabolisme atau peningkatan kebutuhan glukosa seperti pada bayi prematur, kecil untuk umur kehamilan atau yang mengalami stres iskemik/intrapartum hipoksia yang signifikan, Bayi yang sakit dan Bayi yang memiliki ibu pengidap diabetes, jika gula darahnya gagal merespons pemberian ASI baik secara langsung maupun tidak langsung.
sumber : health.detik.com