close
divahoki88.com
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Gusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Gusi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Desember 2012

Bayi Juga Perlu Vitamin D agar Gigi Sehat sampai Dewasa

Vitamin D adalah jenis vitamin yang murah dan bisa Anda dapatkan dimana saja hanya dengan terpapar sinar matahari. Tetapi kini banyak orang yang kekurangan vitamin D, padahal kurangnya vitamin D sejak masih bayi berkaitan dengan risiko kerusakan gigi di usia dewasa.

Bayi Perlu Asupan Vitamin D
Sekarang ini lebih banyak orang yang kekurangan vitamin D daripada orang yang dapat memenuhi sesuai kebutuhannya. Hal ini disebabkan karena penggunaan tabir surya yang mengurangi jumlah sinar UV yang menembus kulit dan membantu proses sintesis vitamin D secara alami, meskipun hal ini baik untuk mencegah kanker kulit.

Alasan kedua adalah kurangnya waktu paparan sinar matahari karena bekerja, sekolah, atau aktivitas lain yang banyak dilakukan di dalam ruangan. Selain itu, seseorang mungkin kurang mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D, serta kondisi obesitas yang membuat tubuh kesulitan memproduksi jumlah vitamin D yang mencukupi.

Kamis, 23 Agustus 2012

Tips Cara Mengatasi Sariawan pada Anak

Sariawan bukan hanya bisa dialami orang dewasa saja. Masalah ini juga bisa diderita anak-anak yang masih berusia bayi atau balita. Apa penyebab sariawan pada anak? Bagaimana cara mengatasinya? Berikut ini penjelasan dari dokter anak, dr. Tiwi.

 Cegah Sariawan pada anak (foto:sheknows)
Dalam bukunya 'Anak Sehat: 100 Solusi dr. Tiwi' yang diterbitkan oleh Erlangga Group, dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya itu menjelaskan apa saja yang bisa membuat bayi atau balita Anda terkena sariawan. Dokter yang cukup aktif di Twitter itu menjelaskan sariawan memang bisa menyerang anak, bahkan pada bayi enam bulan sekalipun. Pada bayi dan balita, sariawan sering menyerang bibir, lidah, pipi bagian dalam dan tenggorokan.

Bayi yang terkena sariawan memiliki gejala:
  • Suhu badan meningkat, bisa hingga 40 derajat celcius.
  • Rewel, tidak mau menyusu dan mengeluarkan air liur lebih banyak.
  • Mulut berbau.
Sementara pada balita, gejalanya adalah:
  • Suhu meningkat, tapi tidak terlalu tinggi.
  • Nafsu makan berkurang.
Dokter yang memiliki klinik digital itu kemudian menjelaskan apa yang menjadi penyebab sariawan, yaitu:

1. Stomatitis Apthosa
Sariawan akibat adanya trauma, misalnya tergigit atau tergores sikat gigi hingga luka atay lecet. Jika daya tahan tubuh kurang baik, maka kuma masuk dan luka menjadi infeksi. Biasanya timbul peradangan, rasa sakit atau nyeri.
2. Oral Thrush/Moniliasis
Disebabkan oleh jamur Candida albican yang biasanya dijumpai dan bersarang di lidah. Pada keadaan normal, jamur memang terdapat di mulut. Namun, saat daya tahan menurun dan mengonsumsi obat antibiotik, maka jamur Candica albican akan mudah tumbuh melebihi normal.
3. Stomatitis Herpetic
Disebabkan virus herpes simplek dan berlokasi di belakang tenggorokan. Sariawan di tenggorokan terjadi jika ada virus yang sedang mewabah dan daya tahan tubuh rendah.
Bagaimana cara mengatasi masalah sariawan pada anak ini? Berikut saran dari dr. Tiwi:
  • Menjaga kebersihan mulut dan gigi anak.
  • Memberikan obat kumur pada anak yang sudah bisa berkumur.
  • Jika disebabkan jamur, mintalah obat antijamur dari dokter.
  • Berikan makanan dan minuman yang banyak mengandung vitamin C dan B untuk mempercepat penyembuhan.
  • Jika anak tidak mau makan, berikan makanan yang lembut dan cair serta tidak terlalu panas agar tidak menambah luka.
  • Berikan anak minum lewat gelas, bukan botol untuk menghindari gesekan atau trauma.

Jumat, 08 Juni 2012

Tips Merawat Sikat Gigi Agar Bebas Kuman

Tips Merawat Sikat Gigi
Sikat gigi adalah salah satu perlengkapan harian wajib bagi setiap orang. Dua kali setiap hari Anda tentu menggunakannya untuk membersihkan gigi dan gusi.

Namun tahukah Anda bahwa bila tak merawatnya dengan baik, alih-alih membersihkan mulut, sikat gigi justru akan menjadi tempat berkembang biak kuman penyakit. Berikut ini adalah cara menyimpan sikat gigi agar lebih sehat.


 
1. Letakkan di tempat terbuka
Ini agar sikat gigi kering dan terkena udara. Menyimpan sikat gigi di dalam lemari atau cabinet kecil tidak akan membuat sikat gigi anda terbebas dari kuman. Bakteri atau kuman malah menyukai tempat yang gelap dan kekurangan udara.
2. Hindari menutup sikat gigi
Kecuali Anda yakin sikat gigi telah benar-benar kering setelah digunakan. Bulu sikat yang basah merupakan tempat kuman berkembang biak.
3. Jauhkan sikat gigi dari WC dan wastafel
Ketika Anda mem-flush wc sehabis buang air, bakteri dan kuman akan menyebar lewat udara dan dapat mengenai sikat gigi Anda. Begitu pula dengan sikat gigi yang diletakkan di dekat wastafel dapat terkena cipratan air atau sabun ketika Anda mencuci tangan.
4. Jangan pernah berbagi sikat gigi
Patuhi aturan bahwa sikat gigi Anda hanya untuk diri sendiri, jangan berbagi dengan orang lain, bahkan pasangan! Jangan pula meletakkan sikat gigi Anda dan sikat gigi orang lain berdekatan karena ketika bersentuhan, kuman akan menyebar.
5. Kapan mengganti sikat gigi
Saat bulu sikat gigi Anda telah merenggang, segera ganti dengan yang baru. Sikat gigi yang sudah lama digunakan tidak lagi efektif untuk membersihkan gigi. Gantilah sikat gigi Anda maksimal tiga bulan sekali.

Sumber : kosmo.vivanews.com

Sabtu, 12 Mei 2012

Tips Agar Gigi Putih Dan Bersih

Miliki Gigi Putih
GIGI putih membuat senyum memikat dan tampilan memesona. Anda tertarik memilikinya?
Memiliki gigi putih sering diidamkan banyak orang. Selain membuat percaya diri sang pemilik, gigi putih menjadikan pesona tersendiri bagi Anda. Selain rajin memelihara kesehatan dan keindahan gigi, Anda dapat mewujudkannya dengan minum dan makan ini, seperti dilansir Plurielles.

Air
Putih
Air putih merupakan makanan pertama pemutih gigi. Minum segelas air dapat membersihkan bagian dalam mulut, serta membilas mulut dari semua residu atau sisa makanan pada gigi setelah makan. Jika tidak dibersihkan, sisa makanan akan menumpuk di email gigi dan membentuk plak.
Jeruk Lemon
Jus lemon dapat membuat gigi menjadi putih. Kandungan asam sitrat dalam lemon mampu memutihkan email gigi. Sikatlah gigi Anda dengan air jeruk lemon satu pekan sekali untuk mendapatkan gigi putih memesona.
Apel
Dengan mengunyah apel, gigi Anda akan bertambah putih. Hal ini dikarenakan ketika Anda mengunyah, mulut akan memproduksi air liur yang dapat membersihkan bagian dalam mulut dan menghilangkan sisa makanan atau residu yang dapat menyerang gigi.
Wortel
 Seperti halnya apel, dengan mengunyah wortel, mulut akan memproduksi air liur untuk membersihkan mulut.
Keju
Makanan kaya kalsium seperti keju baik untuk menjaga gigi putih.
Daun Mint
Untuk meningkatkan produksi air liur dalam mulut, kunyahlah daun mint, daun salam, atau daun sage. Selain membersihkan gigi dan rongga mulut, daun-daun tersebut juga menyegarkan nafas.
Kacang almond
Untuk melindungi enamel gigi, penting untuk mengonsumsi makanan yang bersifat alkali, seperti almond, kentang, buah-buahan, dan sayuran. Jika pH mulut terlalu rendah (basa) atau tinggi (asam) dapat menyerang enamel gigi Anda. Karena itu, mengonsumsi makanan yang bersifat alkali dapat meningkatkan pH dan mencegah hiper-asam dalam mulut.
Susu
Seperti keju, susu kaya akan kalsium yang menjaga agar gigi tetap putih. Susu bersifat alkali yang dapat mengurangi keasaman mulut, melindungi enamel gigi, dan memutihkan gigi.

Sumber : health.okezone.com

Rabu, 18 April 2012

Ternyata Sikat Gigi Bisa Jadi Penyelamat Hidup

Pergi ke dokter gigi adalah rutinitas sekaligus kebutuhan jika kita ingin menjaga gigi kita. Namun bisa jadi ada juga manfaat yang lebih luas.
Rawat Gigi Penyelamat Hidup

Check-up rutin, gigi yang bersih dan mulut sehat dapat meningkatkan harapan hidup dan membantu diagnosis dini, perawatan dan pencegahan sejumlah penyakit dari anemia hingga masalah jantung.

Para ahli telah menemukan hubungan antara penyakit gusi, yang menjangkiti hampir setengah penduduk dunia, dan kaitannya dengan puluhan penyakit.

Beberapa studi juga mengakui bahwa merawat gigi dapat meningkatkan proses penyembuhan berbagai penyakit.

Beberapa cara untuk memelihara higienitas mulut antara lain menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi ber-fluoride, membatasi asupan makanan dan minuman yang mengandung gula, menghentikan kebiasaan merokok dan berkunjung ke dokter gigi sekali dalam dua tahun (atau lebih sering jika Anda bermasalah) dapat membantu meningkatkan kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Sebelumnya kita perlu tahu lima masalah kesehatan berbahaya yang bisa saja terjadi hanya karena Anda lalai menjaga kesehatan gigi dan mulut seperti dilansir dari Dailymail, Selasa (17/4/2012) berikut ini.

1. Penyakit Jantung dan Stroke
Penyakit gusi biasanya diawali dengan penumpukan plak, lapisan lengket yang terdiri dari makanan dan bakteri yang bisa menyebabkan iritasi gusi, pendarahan dan radang gusi.

Peneliti dari New York State University menunjukkan bahwa mengobati penyakit periodontal (gusi bengkak) dengan scaling, root planing dan gel antibiotik secara signifikan menurunkan kadar protein C-reaktif dan fibrinogen yang berhubungan dengan tingginya risiko penyakit jantung.

Dalam studi kedua di Sydney Dental Hospital, dokter gigi di rumah sakit tersebut telah mencabut gigi sekitar 70 pasien akibat penyakit gusi tingkat lanjutan dan menemukan adanya penurunan kadar senyawa yang terkait dengan risiko penyakit jantung dalam jumlah yang besar.

Teorinya, bakteri periodontal masuk ke dalam aliran darah dan berjalan menuju organ utama untuk memulai infeksi baru. Diduga bakteri penyebab penyakit gusi ini juga dapat meningkatkan penyumbatan arteri.

Risikonya juga bisa saja sama dengan stroke. Penelitian terhadap 9.000 orang dewasa selama 15 tahun menemukan bahwa wanita yang memiliki antibodi melawan P. gingivalis, organisme yang paling sering dikaitkan dengan penyakit periodontal, memiliki kemungkinan dua kali lebih besar menderita stroke.
2. Tekanan Darah Tinggi
Sebuah laporan dari ahli jantung di University of Athens mengatakan ada kaitan antara periodontitis kronis dan peningkatan tekanan darah dan hipertensi (tekanan darah tinggi).
3. Penyakit Paru-Paru
Kaitan antara kesehatan mulut dan chronic obstructive pulmonary diseases (COPD), gangguan pernafasan yang disebabkan oleh merokok telah ditemukan.

Menurut American Academy of Periodontology, bakteri mulut dan bakteri lainnya bisa masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan tingginya tingkat infeksi pada pasien COPD.
4. Diabetes
Risiko terjadinya penyakit gusi tiga kali lipat lebih besar terjadi pada orang-orang yang mengidap diabetes.

Sebuah studi yang dilakukan oleh US National Institute of Diabetes and Kidney Disease menemukan kaitan antara tingkat keparahan penyakit periodontal dan kematian pada pasien diabetes.

Peneliti dari Newcastle University pun mengatakan adanya dampak dua arah diantara keduanya, diabetes meningkatkan risiko periodontitis dan peradangan periodontal memperburuk kontrol gula darah.
5. Kelahiran Prematur
Peneliti telah menemukan bahwa tingginya tingkat kelahiran bayi prematur terjadi diantara para wanita yang menderita penyakit periodontal.

Peneliti di University of Alabama juga menunjukkan bahwa infeksi gusi memicu peningkatan kadar prostaglandin dan senyawa lainnya yang bisa menginduksi kelahiran.
Sumber : forum.detik.com