close
divahoki88.com
Tampilkan postingan dengan label Kecerdasan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecerdasan Anak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Oktober 2012

Hmm... Mengapa Lagu Dewasa tak Pantas Dinyanyikan Anak

Musik menjadi materi hiburan yang sangat universal. Banyak penelitian yang menjelaskan hubungan musik dengan kecerdasan hingga tumbuh kembang anak. Semua menunujukan korelasi yang positif. Musik bisa menjadi alat untuk menumbuhkan kemampuan komunikasi, emosi hingga sosial.

Pantaskah Anak menyanyikan lagu dewasa (foto:ehow)
Tapi pertanyaannya kemana musik anak saat ini? Sekarang anak-anak lebih suka menyanyikan lagu orang dewasa. Apakah ini punya dampak buruk?

Karina Adistiana, M.Psi, Psikolog Pendidikan sekaligus pendiri gerakan Peduli Musik Anak mengatakan, “ Musik anak itu banyak dan ada, hanya saja orang dewasa tak mau mencarinya.”

Minggu, 30 September 2012

Wajarkah Kalau Batita Suka Menggigit! Ini Penyebabnya

Di usia batita wajar kalau si kecil mulai suka menggigit. Selama ini orangtua hanya mengira karena giginya gatal mau tumbuh gigi, ternyata tidak selalu. Banyak penyebab mengapa si batita suka mengigit, berikut penjelasannya:

Jumat, 03 Agustus 2012

Kesehatan Anak : Tips Apa dan Bagaimana Mengatasi Iritasi Kulit pada Bayi

Mengatasi Iritasi kulit pada Bayi (foto:babyorganics)
Iritasi pada kulit bayi sering terjadi, beberapa keadaan dapat menjadi pemicu terjadinya iritasi, seperti:
  1. Pemakaian popok sintesis atau celana berlapis plastik yang lama tidak diganti, sering menimbulkan iritasi langsung pada kulit akibat tertimbunnya urin atau kotoran yang mengandung amonia. Tertutupnya daerah popok meningkatkan suhu maupun kelembaban di daerah lipatan bokong makin memudahkan penyerapan bahan-bahan kimia iritan tersebut. Bila berlangsung berulang-ulang pelindung kulit akan rusak, sehingga memudahkan berkembangbiaknya jamur, seperti Candida albicans.
  2. Pada daerah-daerah lipatan terutama pada bayi gemuk seperti daerah leher, lipat paha, lipat siku, bila terjadi penumpukan keringat yang terlalu lama maka akan mengiritasi kulit bayi. Peradangan berulang yang terjadi juga akan diperburuk dengan berkembangbiaknya jamur seperti Candida albicans. 
  3. Bayi dengan riwayat keluarga alergi akan lebih sering dijumpai keluhan iritasi, seperti sisik halus di daerah kulit kepala akibat pemakaian produk kosmetika sampo ber-pH tinggi atau hair-lotion yang terlalu wangi. Dapat pula dijumpai hal serupa di daerah dada, punggung, perut akibat pemakaian minyak penghangat seperti minyak telon atau kayu putih yang digunakan terus-menerus di iklim panas.
  4. Kekeringan kulit bayi akibat pemakaian berulang sabun mandi yang mengandung antiseptik. Peradangan kronis akibat kontak bahan iritan lemah akan mempengaruhi keseimbangan flora normal kulit, dengan akibat berkurangnya daya pertahanan alamiah kulit.
  5. Bayi baru lahir yang mengkonsumsi susu sapi formula dengan kadar pH tinggi terkadang dijumpai kemerahan di daerah sekitar dubur.
Bagaimana cara untuk mengatasi dan mengobatinya...??
  1. Terpenting adalah pencegahannya, karena bila dicermati semua faktor penyebab iritasi pada kulit bayi dapat dicegah. Umumnya kelainan kulit baru timbul bila telah terjadi paparan yang berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama.
  2. Hindari sementara pemakaian popok sekali pakai atau celana berlapis plastik selama peradangan. Pakailah popok kain tipis lembut yang bahannya menyerap keringat. Cuci daerah bokong dan sekitarnya setiap bayi buang air kecil atau buang air besar dengan sabun lembut untuk bayi, keringkan dengan handuk lembut ditepuk-tepuk pelan dan jangan digosok kasar. Hindari bedak saat kulit meradang.
  3. Daerah lipatan yang meradang sering dikompres dengan waslap handuk yang dibasahi air, hindari pemakaian bedak untuk sementara waktu. Daerah lipatan sering dibuka dan diangin-anginkan. Bila berkeringat segera seka perlahan dengan waslap handuk yang dibasahi air, jangan digosok lalu dikeringkan dengan handuk. Pakailah baju longgar dari bahan katun yang tipis dan mudah menyerap keringat.
  4. Bila dijumpai kulit bersisik dapat diberi krim pelembab khusus bayi setelah mandi. Jangan mandi dengan air terlalu panas berlama-lama. Pakailah sabun dan sampo khusus bayi. Untuk sementara waktu hindari penggunaan bedak atau berbagai produk kosmetik untuk bayi.
  5. Jangan oleskan obat salep, krim atau minyak apapun di daerah yang meradang tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
  6. Yang perlu diperhatikan dalah pencegahan. Iritasi pada kulit bayi lebih sering disebabkan oleh bahan iritan yang lemah seperti keringat, urin, feses, produk perawatan kulit yang salah penggunaannya, deterjen, atau cairan anriseptik dan mungkin kitapun punya andil untuk memaparkannya. Kadang-kadang timbulnya iritasi ditunjang oleh kondisi yang cocok untuk timbulnya peradangan seperti faktor kelembaban, panas, tertutup ataupun gesekan.

Sumber : balita-anda.com

Kesehatan Anak : Tips Memijat Si Kecil

Tips Pijat Bayi
Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, pemijatan bayi tak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada cara dan rambu-rambu yang mesti diperhatikan. Berikut adalah cara atau pedoman pemijatan pada bayi.

* Pijatan di wajah untuk melemaskan otot wajah.
Tekan jari-jari pada kening bayi, pelipis, dan pipi. Gunakan kedua ibu jari untuk memijit daerah di atas alis. Dengan tekanan lembut, tarik garis dengan ibu jari dari hidung ke arah pipi bayi. Gunakan kedua ibu jari untuk memijit sekitar mulut, tarik hingga bayi tersenyum. Pijat lembut rahang bawah bayi dari tengah ke samping seolah membuat bayi tersenyum. Pijat secara lembut daerah di belakang telinga ke arah dagu.
* Pijatan di dada untuk memperkuat paru-paru dan jantung.
Letakkan kedua tangan di tengah dada bayi dan gerakkan ke atas, kemudian ke sisi luar tubuh dan kembali ke ulu hati tanpa mengangkat tangan seperti membentuk hati. Lalu, dari tengah dada bayi, pijat menyilang dengan telapak tangan ke arah bahu seperti membentuk kupu-kupu.
* Pijatan pada perut untuk meningkatkan sistem pencernaan dan mengurangi sembelit.
Lakukan gerakan memijat di atas perut bayi seperti mengayuh sepeda dari atas ke arah bawah perut. Kemudian, angkat kedua kaki bayi dan tekan lututnya perlahan-lahan ke arah perut. Buatlah bulan separuh terbalik dengan tangan kanan, mulai dari kiri ke kanan searah jarum jam. Saat tangan kanan di atas, tangan kiri di bawah dan berputar mengikuti arah jarum jam membentuk lingkaran penuh seperti matahari.
* Pijatan tangan dan kaki untuk menghilangkan ketegangan dan memperkuat tulang.
Pegang lengan bayi dengan kedua telapak tangan seperti memegang pemukul softball. Dengan gerakan seperti memerah, pijat tangan bayi dari bahu ke pergelangan. Lakukan gerakan sebaliknya, dari pergelangan ke arah pangkal lengan. Tarik lembut jari-jari bayi dengan gerakan memutar. Dengan kedua ibu jari secara bergantian, pijat seluruh permukaan telapak tangan dan punggung tangan bayi. Gunakan kedua telapak tangan untuk membuat gerakan seperti menggulung. Untuk kaki, ikuti cara yang sama seperti teknik memijat tangan.
* Pijatan punggung untuk memperkuat otot yang menyangga tulang belakang. 
Pijat dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan di sepanjang punggung bayi, luncurkan salah satu telapak tangan dari leher sampai ke pantat bayi dengan sedikit tekanan. Buat gerakan melingkar dengan jari-jari, terutama pada otot di sebelah tulang belakang. Buat pijatan memanjang dengan telapak tangan dari leher ke kaki untuk mengakhiri pijatan.

Untuk detail petunjuk pemijatan bayi silakan di download disini

Sumber : balita-anda.com

Selasa, 24 Juli 2012

Tips Mengetahui Gigi Bayi Rusak Akibat Botol Susu

Kebiasaan menyusui bayi dengan botol susu pada waktu tidur dapat membuat bayi mengembangkan pembusukan gigi. Hal ini dikarenakan gigi mengalami kontak dengan susu dalam waktu yang lama dan mengakibatkan kerusakan gigi.

Susu Botol Dapat Merusak gigi (foto:pregnancyneeds.net)
Kerusakan gigi karena botol susu dapat menyebabkan banyak gangguan pada perkembangan bayi jika diabaikan. Hal ini tidak hanya mempengaruhi bayi secara fisik tetapi juga mempengaruhi pertumbuhan mental bayi.

Bayi yang sering mengalami pembusukan gigi adalah bayi dalam kelompok usia 18 bulan sampai 3 tahun. Air liur yang ada dalam mulut bayi bertujuan untuk mencegah kerusakan gigi dengan mempertahankan pH mulut. Ketika bayi sudah tertidur, produksi air liur berhenti dan menyebabkan membusuknya dari enamel.

Berikut gejala kerusakan gigi karena botol susu, seperti dilansir onlymyhealth, Selasa (24/7/2012) antara lain:

1. Gigi mengalami perubahan warna
Gigi yang menguning merupakan tanda-tanda kerusakan gigi yang paling umum. Karena pertumbuhan mikroba, enamel gigi menjadi ternoda dan mengakibatkan perubahan warna pada gigi.

Warna hitam dan bintik-bintik berwarna coklat pada gigi merupakan tanda awal pembusukan. Jika tidak dikontrol dengan baik, gigi bayi akan menjadi hitam dan mudah tanggal.
2. Peradangan pada gusi
Tanda awal dari pembusukan gigi karena bayi yang selalu ditidurkan dengan minum susu dari botol adalah peradangan pada gusi. Hal ini terjadi karena akumulasi bakteri dekat gusi menyebabkan kemerahan dan pembengkakan pada gusi.
3. Rasa sakit pada gigi
Pembengkakan gusi dapat menyebabkan rasa sakit pada gigi bayi karena akar gigi dalam gusi juga terkena infeksi bakteri. Rasa sakit awalnya hanya terjadi saat makan, tapi kemudian infeksi dapat berkembang dan menyebabkan rasa nyeri yang persisten pada gigi.

Nyeri ini membuat bayi Anda menolak untuk makan atau minum apa pun, sehingga akan mengganggu kesehatan dan menghambat pertumbuhannya.
4. Kesulitan dalam makan dan berbicara
Peradangan dan sakit di gusi juga mempengaruhi kemampuan berbicara dan makan bayi. Bayi akan mengalami nyeri ketika membuka mulutnya dan kesulitan mengunyah makanan.
5. Gangguan tidur
Gigi sakit menyebabkan gangguan pada tidur bayi. Karena tidur yang terganggu oleh rasa sakit, bayi akan menunjukkan perubahan suasana hati dan terus-terusan menangis.
6. Penurunan kapasitas belajar
Bayi akan kehilangan daya konsentrasinya karena rasa sakit yang terus menerus, sehingga mengurangi kemampuannya untuk belajar hal baru. Suasana hati yang berubah-ubah membuatnya rewel sepanjang waktu dan tidak memungkinkan untuk belajar apapun.

Sumber : health.detik.com

Rabu, 27 Juni 2012

Tips Menjadi Orang Tua yang Bijaksana

Setelah menjadi orangtua, tanggung jawab Anda semakin berat. Anda harus bekerja setiap hari, mengurus rumah, serta membesarkan anak. Terkadang, aktivitas yang padat bisa menyebabkan anak kurang perhatian.

Menjadi Orang Tua yang Berkwalitas (Foto:picforparents)
Untuk itu, Anda perlu meningkatkan kemampuan sebagai orangtua dalam mendidik si kecil. Bagaimana caranya? Dilansir dari Lifestyle, perhatikan beberapa hal berikut yang akan membantu Anda mengurus anak.

1. Sharing dengan Teman yang Sudah Menjadi Orangtua
Anda perlu banyak bertanya serta bercerita dengan teman-teman yang sudah menjadi orangtua. Setiap orang pasti mempunyai pengalaman yang berbeda saat mengurus dan membesarkan anak. Pengalaman mereka bisa menjadi masukkan untuk Anda. Setelah mempunyai gambaran, coba terapkan cara tersebut kepada si buah hati.
2. Ajari Anak Perilaku Disiplin
Ajari anak perilaku disiplin. Setiap orangtua mempunyai metode disiplin yang berbeda. Namun, kuncinya tetap satu, memastikan anak mengetahui mana yang benar dan salah. Cara memastikannya dengan memberikan konsekuensi kalau anak berbuat salah. Berikan hukuman untuk memberitahukan mereka bahwa perilaku itu bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Hal ini pasti membutuhkan waktu yang lama, tapi Anda harus sabar demi perkembangan si kecil.
3. Berikan Contoh Secara Langsung
Anak mempunyai keingintahuan yang sangat besar. Makanya, mereka selalu mencontoh perilaku orangtuanya. Setiap yang Anda lakukan akan menjadi contoh hidup baginya. Jadi, ketika Anda memintanya untuk taat aturan, maka Anda pun harus melakukan hal yang sama. Misalnya, tidur tepat waktu, membiasakan diri mencuci kaki, tangan, serta menggosok gigi sebelum tidur. Jika Anda selalu melakukannya secara teratur, anak pasti mengikuti Anda dan terbiasa dengan hal itu.

Ketiga cara ini bisa membantu Anda ketika mengurus dan membesarkan si buah hati. Selain itu, Anda perlu merencanakan pendidikan formal untuk mereka agar memudahkan anak meraih kesuksesan, yang kemudian diimbangi oleh pendidikan moral dan tingkah laku dari Anda.

Sumber : wolipop.detik.com

Sabtu, 02 Juni 2012

Kebiasaan-kebiasaan Buruk Pada Anak yang Tidak Disukai Orang tua

Setiap anak pasti memiliki kebiasaan tertentu, tapi ada kalanya kebiasaan si kecil tidak disukai oleh orangtua, baik karena faktor kesehatan atau mengganggu penampilan. Kebiasaan apa saja itu?

Kebiasa'an Isap Jempol
Meski beberapa kebiasaan anak mungkin mengganggu atau mengkhawatirkan, tapi dalam kebanyakan kasus kebiasaan ini hanyalah salah satu fase dalam proses perkembangan yang normal dan tidak berbahaya.

Kebiasaan adalah suatu pola perilaku yang diulang dan orang biasanya tidak menyadari melakukan hal itu. Meski anak-anak tidak menyadari, tapi orangtua memperhatikan hal tersebut bisa membuatnya terganggu sehingga tidak disukai.

Berikut ini beberapa kebiasaan yang paling umum dijumpai pada anak-anak dan juga remaja, namun seringkali tidak disukai orangtua, seperti dikutip dari MSNHealth, Sabtu (2/6/2012) yaitu:

1. Menggigit kuku
Ini merupakan kebiasaan yang paling umum dimiliki anak-anak. beberapa penelitian memperkirakan sekitar 30-60 persen anak-anak dan remaja memiliki kebiasaan menggigit satu atau lebih kuku.

Pada tahun-tahun awal kelahiran baik anak laki-laki maupun perempuan memiliki kerentanan yang sama terhadap kebiasaan menggigit kuku. Namun ketika semakin bertambah maka anak laki-laki lebih mungkin memiliki kebiasaan ini ketimbang anak perempuan.
2. Menghisap jempol
Jempol memang lebih suka dihisap oleh anak ketimbang jari lain seperti telunjuk. Hal ini karena berkaitan dengan gerakan acak ibu jari yang bersentuhan dengan mulut saat masih di dalam kandungan.

Hampir seperempat dari setengah anak berusia 2-4 tahun memiliki kebiasaan mengisap jempol dan kebanyakan anak melakukan hal ini untuk menenangkan dan menghibur dirinya sendiri. Tapi jika masih terjadi sampai usia 4-5 tahun maka bisa menyebabkan masalah pada gigi atau infeksi ibu jari.
3. Memilin-milin rambut
Mayoritas anak-anak yang suka memilim-milin atau memutar-mutar rambutnya adalah anak perempuan. Kebiasaan ini mungkin muncul pada usia dini sebagai permulaan kebiasaan menarik-narik rambut. Tapi kebiasaan ini hilang ketika bertambah usia.

Namun jika kebiasaan ini dimulai ketika anak sudah bertambah usia atau remaja bisa jadi merupakan tanda dari kegelisahan, depresi atau gangguan ebsesif kompulsif (OCD).
4. Memetik hidung
Meskipun kebiasaan ini umumnya dimulai pada masa anak-anak, tapi sebenarnya bisa bertahan lama bahkan hingga ia dewasa. Bahkan salah satu studi menunjukkan kebiasaan ini bisa mempengaruhi pola makannya yang menjadi lebih pemilih (picky eater).

Sumber ; health.detik.com

Rabu, 30 Mei 2012

Menurut Anda Lebih Susah Merawat Anak Perempuan atau Laki-Laki...??

Setiap anak, baik itu laki-laki maupun perempuan memiliki kepribadian bawaan yang membentuk kehidupannya. Ada perbedaan dalam cara orangtua untuk menangani anak laki-laki dan perempuan sejak lahir.

Lebih mudah rawat anak Laki-laki atau Perempuan
"Otak dan pertumbuhan setiap jenis kelamin memiliki tingkat yang berbeda dan akan mempengaruhi perilaku antara anak perempuan dan laki-laki. Sehingga cara merawat anak perempuan dan laki-laki sangatlah berbeda," kata Leonard Sax, MD, penulis buku Boys Adrift.

Berikut 4 aspek yang membedakan perawatan terhadap anak perempuan dan laki-laki, seperti dilansir dari parenting, Rabu (30/5/2012) antara lain:

1. Disiplin
Lebih sulit untuk menerapkan kedisiplinan pada anak laki-laki darpada anak perempuan. Anak laki-laki tampak seperti tidak mendengarkan ketika diarahkan oleh orangtuanya.

Ternyata pendengaran anak laki-laki tidak sebaik anak perempuan sejak lahir. Pendengaran anak perempuan lebih sensitif dan pusat-pusat verbal dalam otaknya berkembang lebih cepat. Karena itulah seorang gadis cenderung memberikan respon yang lebih baik terhadap pujian atau peringatan orangtua yang mengisyaratkan kedisiplinan.
2. Keamanan fisik
Secara umum, anak laki-laki lebih kasar dan agresif. Sehingga orangtua memerlukan pengawasan ekstra terhadap anak laki-lakinya agar tidak mudah terluka karena tingkah aktifnya.

"Tetapi membiarkan anak-anak tetap aktif dapat membangun karakter, kepercayaan diri, ketahanan, dan kemandiriannya. Luka ringan adalah risiko alami, berilah arahan kepada anak laki-laki Anda untuk sedikit memperlambat aktivitasnya agar tidak berbahaya," kata Wendy Mogel, Ph.D., penulis The Blessing of a Skinned Knee.

Sebaliknya, anak perempuan juga butuh dorongan untuk lebih aktif untuk mengambil lebih banyak risiko agar karakternya terbangun dan tidak menjadi orang yang manja dan lemah ketika dewasa.
3. Komunikasi
"Sejak lahir, bayi perempuan cenderung lebih tertarik melihat warna dan tekstur, seperti pada wajah manusia, sedangkan bayi laki-laki ditarik lebih ke gerakan, seperti permainan yang berputar-putar," kata Dr Sax.

Singkatnya, anak laki-laki lebih berorientasi pada tindakan sedangkan anak perempuan lebih berorientasi terhadap sinyal nonverbal, seperti ekspresi dan nada suara. Anak laki-laki memiliki lebih banyak kesulitan untuk menyatakan perasaan dengan kata-kata.

Sementara kebanyakan perempuan mudah sekali berbagi perasaan dan rincian kejadian yang dialaminya kepada orang lain. Biasakan untuk mendirikan sebuah komunikasi terbuka dengan anak perempuan Anda sejak masih terbuka agar anak Anda tidak sungkan untuk meminta nasehat terhadap masalahnya ketika beranjak remaja.
4. Penghargaan terhadap diri sendiri
"Mengembangkan citra diri yang sehat sangat penting untuk semua anak. Tetapi anak perempuan cenderung tumbuh kurang percaya diri dan lebih aman daripada anak laki-laki," kata Carol Gilligan, Ph.D., seorang peneliti gender dan psikolog.

Citra terhadap tubuhnya adalah sebagian besar dari harga diri seorang perempuan. Tubuh dan penampilan sangat penting bagi perempuan bahkan ketika masih anak-anak. Sedangkan anak laki-laki cenderung cuek dengan penampilan dan merasa percaya diri akan apa yang telah dimilikinya.

Sumber : health.detik.com

Sabtu, 12 Mei 2012

Tips Atasi Perut Kembung Pada Si Kecil

BAYI yang baru lahir memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik. Bayi kerap mengalami sembelit, perut kembung atau disentri karena sistem pencernaannya masih dalam pertumbuhan.
Tips Atasi Bayi Kembung
Lantas, bila si kecil mulai mengalami perut kembung, Anda perlu menerapkan beberapa langkah sederhana berikut, seperti dilansir BoldSky.

Tepuk punggung bayi dengan lembut

Setelah makan, Anda perlu menepuk punggung bayi dengan lembut sambil menggendongnya. Anda bisa melakukan hal ini selama satu sampai dua menit sampai bayi bersendawa. Kembung mulai berkurang ketika bayi bersendawa.

Gosok perut bayi

Untuk mengatasi kembung, Anda perlu menggosok perut bayi dengan lembut menggunakan minyak penghangat tubuh. Namun sebelum hal tersebut dilakukan, Anda harus membaringkan bayi terlebih dulu kemudian memijat perutnya dengan memberi sedikit tekanan. Langkah ini dapat mengatasi rasa kembung pada perut anak.

Beri air hangat

Bila perut bayi kembung, Anda perlu memberi sedikit air hangat untuk diminum. Anda jangan memberi air yang panas. Selain itu, Anda juga perlu memandikan bayi menggunakan air hangat. Langkah ini mampu memulihkan perut bayi yang kembung.

Waspada dengan susu formula yang dikonsumsi si kecil

Anda perlu waspada dengan susu formula yang dikonsumsi si kecil, sebab beberapa susu formula mampu membuat perut bayi kembung. Anda perlu mengamati apakah perut anak kembung setelah minum susu formula? Jika ya, maka Anda harus menghindari si kecil dari susu formula tersebut.

Membiarkan si kecil berolahraga

Anda perlu membiarkan bayi berolahraga. Salah satu olahraga yang dapat diterapkan dengan memegang kakinya kemudian menggerakannya secara perlahan. Langkah ini mampu meningkatkan pergerakan usus dan memudahkan bayi untuk membuang gas.

Membiarkan si kecil aktif bergerak

Anda dapat mengisi waktu luang dengan mengajak si kecil bermain. Anda perlu melibatkan bayi dalam kegiatan yang menyenangkan guna membantunya mengeluarkan gas yang ada di perut. Gerakan tubuh bayi yang semakin meningkat mampu membantunya mengeluarkan gas melalui sendawa

Sumber : health.okezone.com

Selasa, 10 April 2012

Perlu Perhatian....!!! Bila Bayi Mau Pakai Susu Formula?

Dalam kondisi tertentu seperti yang ditentukan dalam peraturan pemerintah, Air Susu Ibu (ASI) boleh diganti dengan susu formula untuk bayi. Namun ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi jika ingin memakai susu formula. Apa saja?
Susu Formula...!!!
Seperti diberitakan detikHealth sebelumnya, dalam beberapa kondisi medis maupun non medis ibu melahirkan diperbolehkan untuk tidak memberikan ASI Eksklusif. Sebagian gantinya, seperti ditulis Selasa (3/4/2012), bayi boleh diberi susu dengan formula khusus bayi yang sesuai dengan kondisinya.

Bayi yang hanya dapat menerima susu dengan formula khusus, yakni bayi dengan kriteria:
  1. Bayi dengan galaktosemia klasik, diperlukan formula khusus bebas galaktosa.
  2. Bayi dengan penyakit kemih beraroma sirup maple (maple syrup urine disease), diperlukan formula khusus bebas leusin, isoleusin, dan valin.
  3. Bayi dengan fenilketonuria, dibutuhkan formula khusus bebas fenilalanin, dan dimungkinkan beberapa kali menyusui, di bawah pengawasan.
Bayi yang membutuhkan makanan lain selain ASI selama jangka waktu terbatas, yaitu:
  1. Bayi lahir dengan berat badan kurang dari 1500 (seribu lima ratus) gram (berat lahir sangat rendah)
  2. Bayi lahir kurang dari 32 (tiga puluh dua) minggu dari usia kehamilan yang sangat prematur
  3. Bayi baru lahir yang berisiko hipoglikemia berdasarkan gangguan adaptasi metabolisme atau peningkatan kebutuhan glukosa seperti pada bayi prematur, kecil untuk umur kehamilan atau yang mengalami stres iskemik/intrapartum hipoksia yang signifikan, Bayi yang sakit dan Bayi yang memiliki ibu pengidap diabetes, jika gula darahnya gagal merespons pemberian ASI baik secara langsung maupun tidak langsung.
sumber : health.detik.com

Sabtu, 31 Maret 2012

Air Putih Bisa Turunkan Demam Anak

Minum Air Putih Turunkan Demam
Kurang minum air putih bisa menyebabkan dehidrasi. Tidak hanya orang dewasa yang mengalaminya, anak-anak juga. Selain dapat menghaluskan kulit dan mengatasi dehidrasi, air putih juga mampu menurunkan demam anak.

Air putih atau air mineral berasal dari mata air yang berada di alam. Kandungan mineral dan bahan larut lainnya sangat baik untuk kesehatan tubuh. Jumlah kebutuhan air mineral per hari untuk dewasa adalah 2-2,5 liter atau sekitar 8-10 gelas perhari. Sedangkan untuk anak usia balita membutuhkan 0,75 liter air perhari sedangkan anak usia sekolah membutuhkan 1 liter air putih perhari.

Banyak manfaat yang didapat dari air putih diantaranya bisa membuat kulit menjadi halus, melancarkan sistem pencernaan, menyehatkan jantung, dan menurunkan berat badan. Selain itu juga bisa menurunkan suhu tubuh anak saat demam.

“Jika suhu anak meningkat hingga 37 °C, bisa langsung diberikan air putih. Karena demam bisa disebabkan dari kurangnya konsumsi air atau dehidrasi,” ujar dr. Attila, Spa, Duta ASI Indonesia dari Brawijaya Woman and Children Hospital saat mengisi acara talkshow “Asupan yang Sehat dan Lezat untuk Tumbuh Kembang Anakku.”

Karena pengaturan keseimbangan cairan tubuh yang belum sempurna, anak-anak membutuhkan cairan yang lebih banyak. Kesadaran anak-anak akan kebutuhan cairan masih sangat rendah, untuk itu para orang tua wajib untuk memberikan cairan yang cukup pada anak Anda.

Tanda dehidrasi pada anak bisa dikenali dari mata yang sedikit cekung, tidak keluar air mata saat menangis dan terlihat lemas. Jika anak masih diberikan ASI atau masih meminum susu formula, air putih harus lebih sering diberikan.  ( food.detik.com )

Makanan yang Membuat Si Kecil Lebih Energik dan Sehat

Menyajikan menu buat si kecil memang susah-susah gampang. Selain makanan kesukaannya, cobalah menyelipkan bahan makanan bergizi super supaya lebih optimal tumbuh kembangnya.

Selain asupan gizi seimbang, anak-anak perlu mendapatkan bahan makanan bernutrisi agar tumbuh kembanya maksimal. Berikut ini 5 makanan sehat yang baik dikonsumsi anak menurut Carolyn Land Williams, M.Ed., R.D seorang psikolog di Shelton State Community College :

1. Flaxseed 
Makanan jenis kacang-kacangan ini kaya akan asam lemak omega-3 yang baik untuk perkembangan otak. Biasanya dijual utuh atau dalam bentuk bubuk. Bisa dibuat pancake, roti dan waffles yang dipanggang, dan dicampurkan dengan pisang dan saus strawberry.




  
2. Tahu
Tekstur halus dan lembut pada makanan ini memudahkan anak-anak saat mengunyahnya. Tahu merupakan sumber protein, vitamin B, kalsium dan zat besi. Semua nutrisi tersebut berguna untuk pertumbuhan dan kesehatan tulang. Jika anak merasa bosan disajikan sebagi lauk, bisa diolah menjadi es-krim atau puding.



3. Yoghurt
Kandungan bakteri pada makanan ini sangat sangat baik untuk pencernaan. Yoghurt mengandung sedikit protein dan sedikit lemak. Sajikan dengan buah-buahan segar atau madu. Secangkir yogurt sama saja dengan satu gelas susu yang tinggi kalsium.



  
4. Mangga
Buah segar berwarna kuning ini akan memenuhi kebutuhan vitamin C anak Anda. Karena mangga bermanfaat untuk menjaga sistem kekebalan tubuh agara tetap kuat dan sehat. Selain bisa dimakan segar, buah mangga juga bisa diolah menjadi jus, puding, atau salad.

 

5. Salmon
Daging ikan salmon merupakan sumbmer protein yang berkualitas tinggi, sangat baik untuk perkembangan otak dan kesehatan jantung. Tidak perlu khawatir untuk mengolahnya, Anda bisa membuatnya menjadi isian burger atau sandwich.


Sumber  : food.detik.com


Sabtu, 03 Maret 2012

Tips Perawatan Bila Buah Hati Anda Lecet

Apa yang Anda lakukan jika buah hati lecet terjatuh. Langkah pertama jangan langsung membersihkan luka dengan alkohol, tapi bersihkan air mengalir.

 "Setelah dibersihkan dengan air mengalir, lap dengan kain atau kassa steril atau dengan handuk bersih di tekan. Lalu dipasang plester," ungkap dr. Johnny Nurman Sp.A., seorang Pediatrician Brawijaya Hospital & Brawijaya Clinic di Jakarta, Jumat (2/3/2012).
 Juga dalam beberapa hari luka mengalami benyek atau bernanah maka harus dibawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana dengan luka besar?
 
"Cuci dengan air mengalir. Tempelkan cassa, kalau basah jangan dsingkirkan untuk menganti kassa karena saat itu ada penambalan luka. Kalau diambil justru sebabkan luka bisa ikut ke bawa," ungkapnya. ( TRIBUNNEWS.COM )

Jumat, 20 Januari 2012

Tips Jitu Penuhi Kebutuhan Nutrisi anak

Memikirkan cara untuk memenuhi nutrisi yang seimbang untuk anak memang kadang membuat hampir frustasi. Anak seringkali pilih-pilih makanan, dan cenderung hanya mau makan makanan yang disukai saja. Banyak orangtua khawatir mengenai apa yang dimakan anak-anaknya dan khawatir bahwa anak akan kekurangan gizi.

Kira-kira bagaimana cara yang paling efektif untuk dapat memenuhi nutrisi anak?

Pertimbangkanlah mengenai tips-tips untuk dapat memenuhi nutrisi anak berikut seperti dikutip dari MayoClinic, Jumat (20/1/2012) antara lain:

1. Menghormati selera makan anak
Jika anak memang sedang tidak tidak lapar, maka jangan memaksakan untuk mau makan. Demikian juga, jangan memaksakan menyuapkan makanan bergizi yang tidak disukai oleh anak. Hal tersebut justru akan membuat anak semakin keras kepala mempertahankan selera makan yang diinginkan.

Sajikan menu makanan sehat dengan porsi kecil untuk menghindari respon pertahanan diri dari anak. Serta beri kesempatan anak untuk secara mandiri meminta makanan yang dia inginkan. Secara perlahan-lahan, beri pengertian pada anak untuk memilih menu makanan yang sehat.
2. Berikan makan dengan jadwal rutin
Sajikan makanan dan makanan ringan di sekitar waktu yang sama setiap hari. Membiarkan anak untuk meminum jus atau susu sepanjang hari dapat menurunkan nafsu makan. Jika anak dibiasakan dengan jadwal rutin, maka akan dapat mengaktifkan alarm tubuh mengenai kebutuhan makan.
3. Bersabarlah mengenalkan makanan baru
Anak-anak sering menyentuh atau mencium makanan baru. Bahkan dapat memuntahkan makanan baru tersebut kalo memang tidak menyukainya. Doronglah anak dengan berbicara tentang warna makanan, bentuk, aroma dan tekstur bukan mengenai rasanya. Sajikan makanan baru bersama dengan makanan favorit anak.
4. Menyajikan makanan dengan lebih menarik
Sajikan brokoli dan sayuran lainnya dalam saus favorit. Potong makanan dalam berbagai bentuk dengan cetakan kue.
5. Meminta anak untuk membantu memilih makanan
Meminta anak untuk membantu memilih buah-buahan, sayuran dan makanan sehat lainnya. Ketika di rumah, meminta anak untuk membantu mencuci sayuran atau mengaduk adonan.
6. Memberikan contoh yang baik
Jika orang tua juga menerapkan makanan sehat untuk diri sendiri, tentunya anak juga akan lebih mengikuti.
7. Menyajikan makanan dengan lebih kreatif
Menyajikan makanan sehat dengan lebih kreatif, dapat membuat anak lebih tertarik untuk memakannya. Tambahkan brokoli cincang atau paprika hijau untuk saus spaghetti, menaburi sereal dengan irisan buah.
8. Meminimalkan gangguan
Matikan televisi dan gadget elektronik lainnya selama makan. Tindakan tersebut akan membantu anak fokus untuk makan. Perlu diketahui bahwa iklan televisi mungkin juga mendorong anak untuk menginginkan makanan manis.
9. Jangan menawarkan permen atau makanan manis lainnya sebagai hadiah
Menawarkan permen atau makanan manis lainnya sebagai hadiah mengirimkan pesan bahwa makanan penutup merupakan makanan terbaik, yang mungkin hanya meningkatkan keinginan anak untuk makan permen.
10. Jangan menyajikan makanan secara terpisah-pisah

Menyajikan makanan secara terpisah-pisah dapat mendorong anak untuk pilih-pilih makanan. Memberikan pengertian pada anak bahwa tiap komponen makanan memiliki fungsinya masing-masing. Sehingga setiap komponen makanan harus dikonsumsi dengan jumlah seimbang.
( detikhealth.com )

Sabtu, 24 September 2011

Ingin Anak Berprestasi? Atur Durasi Tidurnya

Tidur merupakan suatu keharusan untuk bisa melakukan kegiatan di hari berikutnya. Durasi tidur pada malam hari ternyata sangat mempengaruhi kesehatan tubuh seseorang, apalagi pada anak-anak.
Sebuah penelitian yang melibatkan 142 siswa sekolah dasar dilakukan untuk membandingkan jumlah jam tidur dengan kinerja keterampilan akademik. Bila jam tidur anak-anak kurang dari sembilan jam biasanya menemukan kesulitan dalam belajar di sekolah keesokan harinya.
Anak-anak berusia enam dan tujuh tahun yang kurang tidur cenderung akan sulit berkomunikasi dan mengerjakan matematika. Keahlian mengeja, tata bahasa yang digunakan, serta pemahaman mereka juga terganggu. Memori dan kemampuan belajarlah yang terpengaruh.
Penelitian ini juga menemukan bahwa semakin banyak anak yang diijinkan menggunakan komputer dan televisi di kamar tidur mereka. Padahal, fasilitas ini memicu kurangnya tidur. "Saat ini ada kekhawatiran besar mengenai kebiasaan anak-anak menonton televisi, bermain game komputer atau video pada malam hari yang membuat mereka tidak tidur pada waktu yang sama setiap malamnya," kata Ramon Cladellas dari Universitas Autonomous di Barcelona.
"Kebanyakan anak waktu tidurnya kurang dari yang direkomendasikan, padahal ini penting untuk intelektual mereka. Bahkan, ini tidak dapat diperbaiki," tambah Cladellas.
Profesor Russell Foster, kepala ilmu saraf di Universitas Oxford mengatakan, "Sudah jelas bahwa tidur mulai pukul 21.00 hingga pukul 09.00 dapat mengoptimalkan kinerja kognitif anak." Kebiasaan buruk tidur larut malam mempengaruhi kinerja anak dalam tugas sehari-hari, dan membuat mereka sulit menemukan solusi dari masalah yang lebih kompleks.
Nah, jika anak-anak membutuhkan waktu tidur selama 9 - 11 jam, orang dewasa hanya perlu 6,5 - 8,5 jam saja. ( TRIBUNNEWS.COM )

Kamis, 15 September 2011

Film Kartun Merusak Memori Balita

Sering menonton kartun cepat ternyata merugikan kemampuan balita untuk berkonsentrasi dan memecahkan teka-teki berbasis logika. Parahnya, satu penelitian menyebutkan kebiasaan ini juga bisa merusak memori jangka pendek mereka.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Virginia di AS ini melibatkan 64 anak yang secara acak dibagi dalam tiga kelompok.

Satu kelompok diminta secara khusus menonton sembilan menit kartun SpongeBob SquarePants yang populer, di mana perubahan adegan terjadi pada rata-rata setiap 11 detik.

Kelompok lain mengamati kartun pendidikan dengan perubahan adegan rata-rata setiap 34 detik, sedangkan kelompok terakhir diizinkan untuk menggambar.

Setelah itu anak-anak kemudian diminta untuk menyelesaikan berbagai tes. Yang pertama, tes teka-teki, dan tes yang kedua adalah tes mengikuti petunjuk.

Hasilnya, terlihat kelompok anak yang sebelumnya diminta untuk menonton kartun lebih lambat menyelesaikan berbagai tes, bila dibandingkan dengan kelompok yang menonton kartun yang lambat dan kelompok yang menggambar.

"Percobaan memperlihatkan anak-anak menunjukkan prestasi yang lebih buruk setelah melihat kartun. Bahkan ada temuan yang didukung penelitian lain yang menemukan efek jangka panjang akan fakta negatif ini," tutup salah satu peneliti Dr Angeline Lillard.
TRIBUNNEWS.COM