close
divahoki88.com
Tampilkan postingan dengan label Stroke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stroke. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juli 2012

Minum Kopi Ternyata Bisa Cegah Penyakit Lhooo....??

Apakah Anda rutin meminum kopi setiap pagi? Ternyata, kebiasaan ini berdampak baik bagi kesehatan. Kandungan kopi dapat menurunkan risiko penyakit degeneratif seperti alzheimer, kanker, dan diabetes. Apa lagi manfaat hebatnya?

Minum Kopi (foto:newstopnight)
Kopi rupanya tak hanya ampuh menyegarkan kembali mata yang mengantuk. Si hitam pekat ini juga mampu melawan penyakit-penyakit berbahaya. Namun, jangan mengonsumsi kopi berlebihan karena efeknya bisa jadi buruk bagi tubuh. Yuk, simak berbagai manfaatnya!

1. Otak
Kandungan kopi tertentu berinteraksi dengan kafein untuk meningkatkan kadar granulocyte colony stimulating factor yang dapat melawan penyakit Alzheimer pada tikus percobaan. Menurut Journal of Alzheimer's Disease meminum 2-3 cangkir kopi sehari juga dapat menekan risiko penyakit Parkinson's hingga 25%.
2.Kanker
Riset Harvard School of Public Health menunjukkan bahwa meminum 1-6 cangkir kopi sehari dapat menurunkan risiko kanker prostat sebanyak 20-60%. Sementara itu, penelitian lain memperlihatkan bahwa wanita yang meminum 2-3 cangkir sehari dapat mengurangi risiko kanker kulit hingga 20%. Minuman hitam ini juga berkhasiat bagi kanker mulut rahim.
3. Diabetes
Kopi ampuh untuk mencegah diabetes tipe 2. Menurut Archives of Internal Medicine, setiap cangkir kopi yang diminum dapat mengurangi risiko penyakit ini sebanyak 7%. Kesimpulan ini ditarik setelah menganalisis data dari 18 studi yang melibatkan 450,000 orang.
4. Stroke
Dalam American Journal of Epidemiology  disebutkan bahwa orang yang minum 2 cangkir kopi setiap hari memiliki resiko 14% lebih kecil terkena pembekuan darah pada otak. Artinya, lebih kecil kemungkinan terkena stroke.
5. Jantung
Penelitian yang melibatkan hampir 150.000 orang menunjukkan bahwa satu atau dua cangkir kopi sehari dapat mengurangi 11% risiko gagal jantung. Riset ini dimuat di jurnal Circulation Heart Failure.

Sumber : food.detik.com

 

Selasa, 15 Mei 2012

Tips Meminimalkan Kerusakan Tubuh Setelah Stroke

Kebanyakan kasus stroke adalah iskemik, artinya disebabkan oleh penggumpalan darah. Setelah terserang stroke, berbagai faktor seperti gula darah, suhu tubuh dan posisi tubuh di tempat tidur dapat mempengaruhi kondisi kesehatan.
Stroke adalah Iskemik
Dalam sebuah artikel yang dimuat jurnal MedLink Neurology, Murray Flaster, MD, PhD dan rekan-rekannya menyimpulkan penelitian terbarunya mengenai perawatan pasien stroke iskemik.

Stroke merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak tiba-tiba terganggu. Kurangnya aliran darah menyebabkan kerusakan atau kematian sel-sel otak.

"Periode setelah stroke iskemik akut adalah waktu yang sangat berisiko. Perhatian mengenai perawatan pasien stroke dapat mencegah cedera saraf dan meminimalkan komplikasi serta mengoptimalkan pemulihan," kata Flaster dari Loyola University Medical Center seperti dilansir Science Blog, Selasa (15/5/2012).

Perawatan stroke memiliki 2 tujuan utama, yaitu meminimalkan cedera pada jaringan otak dan mengobati komplikasi yang dapat terjadi setelah stroke, baik kerusakan saraf maupun fisik.

Setelah menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi kondisi pasien stroke, para peneliti menyarankan berbagai hal seperti berikut:

1. Mengontrol kadar gula darah

Ada cukup bukti mengenai hubungan antara hiperglikemia atau kadar gula darah yang tinggi dengan kondisi kesehatan yang buruk setelah stroke. Para peneliti menyarankan untuk mengecek gula darah secara ketat dan melakukan pengobatan insulin secara agresif.

2. Melakukan pendinginan

Untuk setiap kenaikan suhu tubuh sebesar 1 derajat Celcius, risiko kematian atau cacat berat pada pasien meningkat lebih dari 2 kali lipat. Terapi pendinginan mampu membantu pasien serangan jantung. Saat ini, uji klinis sedang dilakukan untuk menentukan apakah pendinginan juga bisa membantu pasien stroke.

3. Usahakan berbaring telentang

Posisi di tempat tidur juga penting karena duduk tegak akan mengurangi aliran darah di otak. Praktek yang umum dilakukan adalah menjaga pasien untuk berbaring selama 24 jam.

Jika pasien memiliki orthopnea atau kesulitan bernafas saat berbaring, bagian kepala pada tempat tidur harus diatur agar membuat sudut serendah mungkin yang dapat ditoleransi pasien.

4. Mengelola berbagai kondisi lain yang menyertai

Stroke biasanya berkaitan dengan berbagai kondisi medis lain. Sebaiknya segera lakukan penanganan terhadap faktor-faktor lain seperti tekanan darah, volume darah, terapi statin, manajemen komplikasi lain seperti pneumonia dan sepsis, gangguan jantung, pembekuan darah, infeksi, kekurangan gizi, pembengkakan otak, kejang, stroke berulang dan perdarahan otak.

Penelitian telah menunjukkan bahwa upaya perawatan stroke yang optimal dapat meningkatkan kemungkinan pasien menjalani rawat jalan di rumah dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Sumber : health.detik.com