Punya payudara besar belum tentu menyenangkan bagi banyak remaja
perempuan. Justru sebuah penelitian baru menemukan banyak gangguan
serius, baik secara fisik maupun emosional akibat kondisi tersebut.
 |
| Ternyata Remaja Tak suka Payudara Besar |
Bahkan
bagi sejumlah remaja, isu ini begitu mengganggu hingga banyak remaja
putri ingin melakukan operasi pengurangan ukuran payudara.
Dr.
Brian Labow, ketua tim peneliti dari studi ini sendiri mengaku telah
melakukan 100 operasi pengurangan ukuran payudara selama setahun pada
remaja perempuan dan menurutnya topik ini belum banyak digali.
"Saya
penasaran bagaimana Anda mengukur dampak dari operasi itu? Dan apakah
para remaja merasa tidak mendapatkan manfaat jika mereka mau menunggu
hingga cukup dewasa untuk melakukan operasi itu?" tanya Labow yang juga
seorang asisten profesor di Harvard Medical School dan dokter bedah
plastik anak-anak di Children's Hospital Boston.
Macromastia atau
payudara besar dianggap sebagai kondisi umum bagi para dokter bedah
plastik. Namun menurut American Society of Plastic Surgeons, ada lebih
dari 63.000 operasi pengurangan ukuran payudara yang dilakukan di AS
selama tahun 2011 saja.
Labow mengatakan bahwa para remaja
perempuan yang melakukan operasi pengurangan ukuran payudara biasanya
melakukan hal tersebut karena pernah mengalami kondisi seperti nyeri
punggung atau leher, minder, seringkali mendapatkan perhatian yang
berlebihan dan tidak diinginkan serta kesulitan mencari pakaian yang
pas.
Terkait dengan hal ini didapatkan fakta lain bahwa sekitar
dua pertiga remaja dengan macromastia cenderung mengalami kelebihan
berat badan atau obesitas.
Namun Labow mengatakan bahwa
pengurangan berat badan secara efektif biasanya tak serta-merta
menyelesaikan masalah ukuran payudara tersebut.
Labow mengatakan
bahwa datanya mendukung fakta tentang banyaknya para gadis dengan
macromastia yang berupaya untuk mendapatkan operasi pengurangan ukuran
payudara.
"Mereka mengaku menderita dengan kondisi seperti itu.
Padahal jika Anda mau menunggu hingga tiga tahun setelah masa
menstruasi, payudara mungkin akan tumbuh lebih sedikit namun mereka
tidak cukup sabar untuk menunggu lebih lama," terangnya seperti dilansir
dari HealthDay, Selasa (17/7/2012).
Lagipula operasi
itu juga ada efek sampingnya, termasuk ketidakmampuan untuk menyusui dan
ada perubahan jangka pendek dalam hal sensitivitas puting, ujar Labow.
Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics.
Sumber : health.detik.com