close
divahoki88.com
Tampilkan postingan dengan label Dapur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dapur. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juli 2012

Menu Praktis Cocok untuk Alternatif Sahur

(foto:supervaluclon.ie)
Minggu pertama puasa membuat sebagian orang belum terbiasa untuk bangun jam 3 pagi. Kesiangan bangun sahurpun pasti terjadi. Meskipun begitu, Anda masih bisa tetap menyiapkan makanan yang praktis namun cukup nutrisi.

Kesiangan bangun, sempit waktu, bukan alasan untuk tak bisa memilih menu sahur yang sehat dan lengkap nutrisi. Berikut menu makanan yang paling sering dikonsumsi saat kesiangan bangun sahur komplet dengan nutrisinya.

1. Nasi, telur dadar dan abon
Pilihan praktis ini bisa disajikan saat kesiangan bangun sahur. 100 g nasi dengan taburan abon dan telur dadar mengandung nutrisi sekitar 287,2 kkal energi, 17,97 g protein, 11,97 g lemak, 40,42 g karbohidrat dan 0,2 g serat. Anda juga bisa tambahkan segelas susu skim, dengan tambahan kalori sekitar 36 kkal energi.
2. Mi rebus plus telur
Cukup lima menit membuatnya, mi instan plus telur adalah salah satu menu andalan saat terlambat bangun sahur. Agar nutrisinya bertambah bisa ditambah sayuran seperti caisim dan tauge. Seporsinya mengandung nutrisi sekitar 211,2 kkal energi, 8,87 g protein, 7,48 g lemak, 7,42 g karbohidrat dan 6 g serat.
3. Nasi, rendang dan kerupuk
Rendang merupakan lauk yang bisa disimpan. Saat kesiangan bangun menu ini bisa jadi pilihan tepat. Mengandung energi sebanyak 450 kkal, 14 g protein, 9 g lemak, 39 g karbohidrat dan 0,2 serat. Untuk tambahannya Anda bisa meminum teh hangat atau susu skim.
4. Mi goreng instan plus telur
Mi instan adalah makanan yang paling banyak disukai saat puasa. Jika ingin dijadikan menu sahur, tambahkan juga telur dan sayuran. Seporsinya Anda akan mendapatkan cukup nutrisi, yaitu 410 kkal energi, 5 g protein, 3,3 g lemak, 7 g karbohidrat dan 6 g serat.
5. Nasi goreng plus telur
Menu sarapan ini juga cocok disantap saat sahur. Tambahkan telur, irisan tomat dan mentimun juga boleh. Seporsinya mengandung, 500 kkkal energi, 2 g protein, 5 g lemak dan 6 g serat. Teh hangat cocok dijadikan minuman pelengkapnya.
6. Roti Tawar, selai dan keju
Roti juga sering jadi pilihan. Lengkapi roti tawar dengan selai dan keju agar nutrisinya semakin lengkap. Ditambah segelas susu akan lebih komplet. Satu paket menu ini mengandung 300 kkal energi, 18 g protein, 12 g lemak, 35 g karbohidrat dan 6 g serat.

Sumber : food.detik.com

Selasa, 12 Juni 2012

Tips Mengurangi Risiko Bahan Formalin di Dapur

Cairan pembersih piring umum digunakan di dapur. Alasan para ibu rumah tangga menggunakannya beragam, mulai dari kepraktisan hingga alasan tak meninggalkan bau pada peralatan yang dicuci ketimbang sabun colek.  

Pilihlah sabun pencuci yang bebas formalin
Namun banyak cairan pencuci piring yang disinyalir menggunakan formalin sebagai bahan pengawetnya. Lalu bagaimana menyiasati agar peralatan tetap bersih namun terhindar dari penggunaan bahan berbahaya ini?

Kepala Laboratorium Terpadu IPB, Zainal Alim Mas'ud, DEA mengungkapkan, hal yang memicu timbulnya bakteri di dapur salah satunya adalah wadah dan spons pencuci piring yang tidak dikeringkan sesaat setelah selesai membersihkan peralatan dapur. Hal ini tentunya dapat memunculkan bakteri E.coli yang senantiasa berkembang biak dalam wadah tersebut.

Selain sebagai bahan pengawet, formalin juga berfungsi mematikan bakteri. Penggunaan formalin tidak dilarang pada batas tertentu. International Programme on Chemical Safety (IPCS) menetapkan batas toleransi formalin yang dapat diterima tubuh manusia, yaitu 0,1 mg perliter dalam minuman, dan 0,2 mg perliter dalam makanan.

Namun formalin yang masih menempel pada alat dapur yang telah dicuci dapat diserap tubuh lewat proses memasak makanan dan minuman dan akan menumpuk di dalam tubuh. "Proses pencucian peralatan masak yang tidak sempurna akan memungkinkan formalin tertinggal cukup besar. Kuncinya adalah proses pembilasan harus sempurna," ucap Zainal.

Formalin yang larut pada susu 60 derajat Celcius akan larut pada makanan yang dimasak. Kemungkinan akan berpindah ke tubuh manusia. Penumpukan formalin dalam tubuh manusia sangat berbahaya dan dinyatakan bisa menimbulkan efek karsinogen. "Efek jangka pendeknya kepala terasa pening. Sementara dalam jangka panjang bisa menyebabkan iritasi mata, mulut, saluran pernapasan, gangguan pada paru-paru, hingga menyebabkan kanker."

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan dirumah untuk menghindari formalin dan bakteri dalam sabun pencuci piring Anda, yaitu sebagai berikut :

  1. Pilihlah sabun pencuci piring yang bebas formalin atau formaline free.
  2. Ketika Anda melakukan pencucian piring, hendaknya membilas peralatan makan Anda sebanyak dua kali. Ini untuk menghindari formalin yang menempel di peralatan makan Anda.
  3. Jagalah agar wadah pencuci piring Anda senantiasa kering. Ini untuk menghindari timbulnya bakteri-bakteri jahat yang akan menempel di peralatan makan Anda. 
Sumber : kosmo.vivanews.com