close
divahoki88.com

Rabu, 18 April 2012

Pria Chubby Lebih Stamina dalam Bercinta

Pria Chubby
Jika Anda seorang pria yang tidak kurus dan tidak gemuk tetapi sedikit tembem atau 'chubby', Anda perlu berbangga hati karena ada sebuah studi yang menyatakan bahwa yang chubby justru bisa bercinta lebih lama.

"Sesi sebenarnya dari seks yang dilakukan oleh pria chubby adalah rata-rata pada 7 menit terakhir. Sementara pria yang kurus cenderung membuat perempuan kurang puas di tempat tidur dengan menyelesaikan sesi terakhir seks yang rata-rata hanya 1,8 menit," kata para peneliti dari Erciyes University di Turki seperti dilansir medindia, Rabu (18/4/2012).

Alasannya adalah pria tersebut memiliki kemungkinan yang sangat kecil menderita ejakulasi dini. Pria yang chubby memiliki ban serep berupa sedikit cadangan lemak yang dapat mempengaruhi keseimbangan hormonnya.

Pria chubby memiliki tingkat yang lebih tinggi dari hormon estradiol yaitu suatu bentuk hormon estrogen pada wanita. Para peneliti percaya hal ini dapat mengganggu keseimbangan kimia neurotransmitter di otak yang mengontrol ejakulasi.

Sebaliknya, pria yang menderita ejakulasi dini memiliki tingkat hormon estradiol yang lebih rendah. Studi ini diterbitkan dalam International Journal of Impotence Research.

Sumber : health.detik.com

Selasa, 17 April 2012

Orang Gemuk Lebih Beresiko Lakukan Hubungan Intim

Obsesitas banyak menjadi sorotan akhir-akhir ini karena berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan seperti diabetes, sindrom metabolik, penyakit jantung dan kanker.

Sebuah penelitian menemukan bahwa obesitas berakibat buruk bagi kesehatan seksual. Penderita obesitas lebih jarang berhubungan seks dan lebih sering melakukan hubungan seks yang berisiko.
Obesitas Beresiko Lakukan Seks
Seorang peneliti di Prancis mempelajari perilaku seksual 12.364 orang pria dan wanita berusia 18 - 69 tahun. Para peserta ada yang memiliki badan normal dan ada yang mengalami obesitas. Kesemua peserta penelitian tinggal di Prancis pada tahun 2006.

Secara keseluruhan, peneliti menemukan bahwa orang gemuk kurang aktif secara seksual. Tetapi ketika melakukan aktivitas seksual, orang gemuk lebih besar kemungkinannya melakukan perilaku seks yang tidak aman.

"Obesitas muncul sebagai salah satu yang wabah yang paling cepat berkembang di zaman modern. Krisis ekonomi saat ini dapat mengakibatkan penurunan kualitas gizi dan aktivitas fisik sehingga meningkatkan kasus obesitas dan memperbesar ongkos perawatan kesehatan beberapa tahun ke depan," kata Profesor Nathalie Bajos, direktur riset di Institut Nasional de la Sante et de la Recherche Medicale di Paris seperti dilansir WebMD, Selasa (17/4/2012).

Penelitian yang dilakukan Prof Bajos menemukan bahwa:
  1. Kehamilan yang tak direncanakan 4 kali lebih banyak dialami wanita lajang yang mengalami obesitas dibandingkan wanita dengan berat badan normal.
  2. Wanita obesitas 70% lebih kecil kemungkinannya menggunakan pil KB dan 8 kali lebih mungkin menggunakan metode kontrasepsi yang kurang efektif. Wanita gemuk juga lebih kecil kemungkinannya mendapatkan saran tentang kontrasepsi.
  3. Wanita obesitas 5 kali lebih mungkin bertemu pasangan seksualnya di Internet dan memiliki pasangan yang mengalami obesitas juga. Wanita gemuk 30% lebih rendah kemungkinannya memiliki pasangan seksual.
  4. Tingginya BMI tidak berkaitan dengan disfungsi seksual pada wanita.
  5. Pria gemuk hampir 70% lebih mungkin punya pasangan seksual lebih dari 1 dalam waktu setahun dan 2,5 kali lebih besar mengalami impoten.
  6. Pria obesitas yang berusia di bawah 30 tahun lebih mungkin terjangkit infeksi penyakit menular seksual dalam 5 tahun terakhir.
  7. Pria gemuk berusia 30 - 49 tahun lebih jarang menggunakan kondom.
Temuan ini didasarkan pada penelitian terhadap dari 3.651 orang wanita dan 2.725 orang laki-laki yang memiliki berat badan normal. Selain itu, penelitian tersebut juga menganalisis 1.010 orang wanita dan 1.488 orang laki-laki yang mengalami kelebihan berat badan, juga menyertakan 411 orang wanita dan 350 orang laki-laki yang mengalami obesitas klinis.

Bajos melihat bahwa wanita lebih sering merasakan adanya tekanan sosial yang besar untuk menjaga berat badannya tetap rendah. Faktor rendahnya harga diri dan kekhawatiran mengenai citra tubuh nampaknya berperan penting dalam keberhasilan penurunan berat badan.

Hubungan antara obesitas dan disfungsi ereksi telah dilaporkan dalam penelitian sebelumnya, tapi hubungan antara obesitas dan kehamilan yang tak diinginkan belum banyak dipelajari.

Penelitian yang dimuat British Medical Journal ini hendak menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa obesitas tidak hanya berbahaya bagi kesehatan, tapi juga merugikan kehidupan seks.

Sumber : health.detik.com

Masturbasi yang Bisa Membuat Meninggal

Pria yang sering melakukan masturbasi hendaknya melakukannya dengan teknik yang benar dan sehat. Teknik masturbasi yang salah bisa membuat Anda kehilangan kemampuan ereksi hingga meninggal dunia.

Berikut 3 kejadian mengenai teknik masturbasi yang salah seperti dilansir dari menshealth, Selasa (17/4/2012) antara lain:


1. Mencekik Leher Sendiri untuk Dapatkan Kepuasan
Hal gila ini dilakukan pria untuk tujuan masturbasi adalah membatasi oksigen ke otak saat berhubungan seks yang dapat menyebabkan sesak napas autoerotic dan dapat berujung kematian.

Cara masturbasi seperti ini sangat salah. Orang yang melakukan hal tersebut meyakini bahwa melalui mencekik leher dan penisnya hingga lemas dapat meningkatkan kesenangan dengan menciptakan keadaan euforia.

David Carradine, seorang aktor Kung fu diyakini meninggal selama masturbasi dengan cara tersebut, setelah polisi menemukan tali di sekitar leher dan alat kelaminnya.
2. Memutar-mutar Penis
Seorang pria Nigeria memegang akar penis dengan ibu jari dan jari telunjuk kirinya, kemudian penisnya diputar ke arahnya dengan tangan kanan. Kemudian terdengar suara klik, diikuti rasa sakit yang tak tertahankan. Untungnya, pria tersebut masih bisa ereksi 5 hari kemudian setelah menjalani operasi.

"Fraktur pada penis tidak mungkin terjadi jika teknik masturbasi yang Anda lakukan standar," kata Dr Moul.
3. Memasukkan Penis ke dalam Tabung
Seorang pria di Jepang (40) memasukkan penisnya ke dalam tabung sempit untuk tujuan masturbasi. Celakanya, penis terjebak dalam tabung dan tidak bisa dikeluarkan selama dua tahun sebelum akhirnya ditempuh jalan operasi.

"Pada kasus lain, ada seorang pria yang menggesek-gesekkan penisnya ke tanaman lidah buaya yang menurutnya memberi efek yang menyenangkan dan menenangkan. Seorang pria lain melakukan hal yang sama dengan kabel speaker yang terbuat dari tembaga, yang akhirnya membuat penis terluka," kata Judd Moul, MD, seorang kepala bedah urologi.

Akan sangat memalukan untuk menjalani operasi pada penis hanya karena kesalahan masturbasi dengan menggunakan alat elektronik dan tanaman.

Sumber : health.detik.com

"Adventurous Sex" Harus Dicoba..??

Waktu baru menikah, bercinta rasanya luar biasa. Anda bisa melakukannya nyaris setiap hari. Setelah lima atau tujuh tahun menikah, semangat mulai mengendur. Hubungan intim sudah nggak asyik lagi karena sekadar menjadi kewajiban. Bercinta akan dilakukan "selagi sempat", atau "kalau tidak capek". Kehadiran anak makin menjadi alasan untuk menghindari seks.
Why "Adventurous Sex"
Untunglah, terkadang Anda masih punya keinginan untuk membuat seks menjadi seperti saat masih pengantin baru. Anda ingin kembali melakukan adventurous sex bersama suami, apapun yang di luar rutinitas seks. Entah itu posisi baru, lokasi yang baru, atau gaya yang baru.
Di luar urusan semangat yang mulai mengendur, seks yang di luar kebiasaan memang layak dicoba. Selain membuat Anda kembali bersemangat di atas ranjang, melakukan adventurous sex akan meningkatkan keyakinan diri Anda akan performa seksual Anda.

"Melakukan sesuatu yang berbeda, entah sukses atau tidak saat dilakukan, akan meningkatkan kepercayaan diri Anda dan akan membuat Anda lebih sering memberanikan diri untuk keluar dari zona kenyamanan," jelas Trina Read, penulis Till Sex Do Us Part: Make Your Married Sex Irresistible.
Banyak bereksperimen juga akan mempercepat dorongan seks Anda. "Ketika Anda berusaha masuk ke area yang belum pernah dijelajahi, hal itu akan tertanam dalam memori Anda," lanjut Read. Dan semakin Anda memikirkan tentang seks, semakin sering Anda menginginkannya.

Nah, sekarang, bagaimana cara mengajak suami melakukan adventurous sex ini? Mengusulkan memakai alat peraga seks saja rasanya menakutkan. Tenang, banyak perempuan lain merasakan hal yang sama.
"Banyak perempuan yang ingin bereksperimen dengan pasangannya, tetapi tidak tahu cara mengungkapkannya," kata Amy Levine, pengajar seksualitas bersertifikat di New York City.
Menurutnya, kaum perempuan umumnya juga takut menyinggung perasaan pasangannya, atau khawatir suami jadi merasa dianggap tak mampu memuaskan sang istri, atau menilai sang istri atau mempertanyakan darimana Anda mendapat ide untuk memakai sex toys.

Levine menyarankan untuk melakukan pendekatan yang relatif lebih lunak, misalnya, "Aku baru saja membaca tentang ... di majalah atau buku. Kamu tertarik nggak?" Cara lain adalah dengan menuliskan lima hal erotis yang ingin Anda coba, lalu minta si dia melakukan hal yang sama. Setelah itu, bandingkan kedua keinginan Anda. Kalau ada satu atau dua hal yang ternyata juga diinginkan suami (atau sebaliknya), artinya Anda berdua layak mencobanya.

Setelah Anda sukses menjalankan trik ini, tuliskan lagi hal-hal erotis lain yang baru terpikir oleh Anda berdua. Coba bandingkan dengan keinginan pasangan, apakah ada perkembangan baru darinya? Dengan cara ini, Anda akan selalu tergugah untuk mencoba hal-hal yang baru.

Sumber : female.kompas.com

Tips Menjaga Kesehatan Payudara

Menjaga Kesehatan Payudara
Walau pun risiko perempuan muda untuk terkena kanker payudara lebih rendah, namun jika menderita penyakit ini di usia muda pertumbuhan kankernya jauh lebih agresif. Meski begitu sebenarnya kita bisa melakukan sesuatu untuk melindungi diri  dari kemungkinan terkena kanker yang masih jadi pembunuh nomor satu wanita ini. Berikut adalah kiat hidup sehat dan deteksi dini  demi kesehatan payudara.
1. Jaga berat badan
Kegemukan akan meningkatkan risiko kanker payudara dan menurunkan risiko harapan hidup melawan penyakit ini.  
2. Olahraga
Luangkan waktu untuk berolahraga minimal 45 menit sampai satu jam lima kali dalam seminggu. Olahraga secara teratur akan mencegah penyakit dengan cara meningkatkan sistem imun tubuh dan menurunkan level estrogen dan insulin.  
3. Kurangi alkohol
Penelitian menunjukkan kebiasaan minum alkohol meski dalam jumlah sedikit bisa meningkatkan risiko kanker payudara sampai 21 persen. Sebagai gantinya, konsumsi jus anggur segar. Resveratrol yang ditemukan dalam kulit anggur diketahui akan mengurangi kadar estrogen sehingga menurunkan risiko kanker payudara.
4. Konsumsi sayur
Pola makan rendah lemak memang akan mengurangi risiko kanker payudara, tetapi sempurnakan perlindungan Anda dengan kebiasaan mengonsumsi sayur, bahkan jika memungkinkan konsumsi mentah. Sayur mengandung sulforphane yang bisa mencegah sel kanker bertambah banyak.
5. Pelajari riwayat keluarga
Sekitar 15 persen kasus kanker payudara, diketahui ada faktor riwayat keluarga. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit ini, risiko Anda meningkat dua kali lipat.
6. Periksa teratur
Setiap perempuan harus melakukan pemeriksaan payudara setiap tiga tahun sekali dan melakukan mamogram setahun sekali ketika mereka berusia 40 tahun.
7. Pertimbangkan tes genetik
Pasien kanker payudara pada umumnya memiliki mutasi gen BRCA. Meski pemeriksaan genetik ini jarang dilakukan di Indonesia, tetapi jika memungkinkan tak ada salahnya melakukan tes ini, terutama jika Anda beresiko tinggi.
Sumber: Womens Health

Senin, 16 April 2012

Posisi Seks yang Cepat Membakar Kalori

Sudah bukan rahasia lagi kalau aktivitas seks bisa membakar kalori. Tapi tak hanya itu, seks juga bisa berfungsi sebagai alternatif pengganti olahraga (yang menyenangkan tentunya) bagi pasangan suami-istri.

"Hampir semua otot seperti pada kaki, paha, tangan, bahu dan perut bagian bawah bekerja saat aktivitas seksual. Durasinya tentu saja tak selama olahraga biasa. Tapi dengan teknik dan posisi tertentu, pasangan bisa mendapatkan manfaat yang sama dengan olahraga," ujar Dr. Basheer Ahmad Roy, pakar seks di Bangalore, India.
Posisi Seks yang Membakar Kalori

Beberapa posisi seks tertentu memang bisa memberi manfaat seperti olahraga, membantu menurunkan berat badan serta melangsingkan tubuh. Seksolog Dr. Shivi Jaggi menjelaskan bahwa ada posisi seks yang mengharuskan pasangan mengeluarkan tenaga ekstra, gerakan yang intens dan durasi lebih lama.

Posisi seks apa saja yang paling efektif menurunkan berat badan? Ini jawabannya, seperti dikutip dari Times of India.

1. Woman On Top
Posisi ini mengharuskan pria dan wanita sama-sama aktif saat bercinta. Wanita banyak menggunakan otot tangan dan lengan, sementara pria harus memegangi tubuh sang wanita untuk menjaga keseimbangan berat tubuhnya.

"Dengan posisi wanita di atas, pria yang lebih banyak mendapat manfaat olahraga karena dia banyak menggunakan otot bicep untuk menjaga agar berat tubuh pasangannya tetap seimbang," terang Dr. Shivi.

Untuk pasangan wanita, akan merasakan manfaat olahraga jika performanya lebih lama. Saat posisi woman on top, wanita dapat mengencangkan otot bicep, tricep, lengan dan dada.
2. Sitting Missionary
Sitting missionary merupakan posisi seks di mana pasangan duduk saling berhadapan baik itu di sofa, tempat tidur atau lantai. Posisi seks ini bisa melenturkan jari-jari kaki yang membantu mengencangkan betis. Posisi ini juga mengharuskan pasangan menjaga tubuh mereka tetap stabil dan kuat, yang otomatis memerlukan banyak tenaga dan energi sehingga kalori yang terbakar pun lebih banyak.

Dr. Pushkar Gupta, seorang terapis seks menjelaskan, "Sitting missionary melibatkan lebih banyak aktivitas fisik jika dibandingkan dengan misionaris biasa. Pasangan duduk saling berhadapan, dengan kaki wanita melingkari pinggul pria. Posisi ini banyak menggunakan otot punggung."

Untuk mendapatkan posisi yang benar, Anda harus fokus pada otot tulang belakang, paha dan punggung bagian bawah. Tapi perlu berhati-hati jika Anda atau pasangan punya masalah pada punggung. Gerakan yang terlalu intens bisa menyebabkan nyeri dan pegal.
3. Berdiri dan Merapat ke Dinding
Bercinta dengan posisi berdiri dan merapat ke dinding merupakan cara yang efektif membakar kalori, sekaligus menyenangkan. Posisi berdiri tidak hanya membuat sesi bercinta semakin nikmat tapi juga membuat tubuh Anda berolahraga.

Saat bercinta dengan posisi ini, area paha hingga lutut dan punggung bagian bawah akan terlatih. Sementara tubuh pria bergerak maju-mundur, tubuh wanita akan menggunakan punggungnya untuk menyeimbangkan posisi. Hal itu membuat masing-masing pasangan bekerja lebih keras untuk mencapai orgasme.

"Bercinta dengan posisi berdiri biasanya diperuntukkan bagi pasangan dengan kestabilan tubuh yang bagus. Anda dan pasangan harus punya stamina yang baik agar bisa bertahan dengan posisi tersebut dalam waktu lama," jelas Dr. Gupta.
Sumber : wolipop.detik.com